
Reinkarnasi: Aktris Bintang Teratas
Olivia · Sedang Diperbarui · 656.2k Kata
Pendahuluan
Namun yang tidak pernah aku duga adalah alasan mereka mencariku adalah untuk sumsum tulangku... Mereka ingin menggunakannya untuk menyelamatkan orang lain!
Hatiku hancur. Bagaimana mungkin orang tua bisa begitu kejam?
Kecewa dengan dunia, aku jatuh dari balkon dan meninggal.
Namun, yang mengejutkan, aku terlahir kembali!
Kali ini, aku akan hidup untuk diriku sendiri! Mereka yang telah menyakitiku akan membayar harganya!
Bab 1
Serenity Villas.
Emily Johnson pulang dengan setumpuk dokumen pengalihan kepemilikan di pelukannya. Baru saja ia hendak mengetuk pintu, suara kakak sulungnya, Bianca Johnson, sudah lebih dulu terdengar dari dalam—serak, rapuh, seperti orang yang menahan tangis.
“Mom… penyakit lamaku kambuh lagi. Aku takut… takut suatu hari aku tidur dan nggak bangun-bangun. Aku nggak sanggup ninggalin anak-anakku sama suamiku. Aku juga nggak sanggup ninggalin kakak-kakakku, Mom, Dad… sama adikku…”
Bianca terbaring pucat di atas ranjang, tangan gemetarnya mencengkeram tangan Cleo Davis Johnson seolah itu satu-satunya pegangan yang tersisa. Wajah Cleo yang biasanya anggun kini penuh luka, matanya basah oleh rasa sakit yang ditahan.
Cleo mengusap punggung tangan Bianca pelan. “Tenang. Bukannya adikmu masih ada?”
“Tapi… apa dia mau?” Bianca ragu-ragu. “Kalau kakak-kakak tahu…”
“Dia nggak punya hak buat nolak.” Nada Cleo mendadak mengeras. “Kalau bukan karena darah tali pusat waktu itu, dia bahkan nggak akan punya ‘hak’ buat lahir. Kita bawa dia pulang memang buat kesehatanmu!”
Cleo menatap Bianca seolah ingin menyingkirkan semua keraguan dari putrinya. “Kakak-kakakmu juga setuju. Lagipula dia punya penyakit jantung dan nggak bakal hidup lama. Sekalian saja kita manfaatin sampai maksimal.”
Manfaatin sampai maksimal.
Darah Emily seperti membeku.
Jadi selama ini, kasih sayang keluarga yang ia kira ia punya… dari awal sampai akhir cuma transaksi. Cuma pemanfaatan.
Sebelum usia dua belas, Emily adalah anak jalanan—pengemis kecil yang hidupnya berpindah dari sudut ke sudut, kadang mengais tempat sampah cuma buat cari sisa makanan. Mereka menemukannya saat ia sedang membongkar tong sampah, baju compang-campingnya kotor, kontras dengan kemewahan vila keluarga Johnson yang menjulang seperti dunia lain.
Ia rendah diri. Ia sensitif. Ia selalu merasa tidak pantas berdiri di antara mereka.
Sampai kalimat itu jatuh dari mulut mereka—“Kami nggak pernah berhenti nyari kamu.”
Kalimat sederhana yang membuat Emily, yang sejak lama kelaparan akan kata “keluarga”, menyerahkan dirinya tanpa sisa.
Sejak hari itu, ia bekerja sekuat tenaga untuk keluarga ini. Untuk setiap orang di dalamnya. Ia rela memberi apa pun, bahkan kalau ujungnya kehilangan dirinya sendiri.
Saat bisnis keluarga Johnson terjerat masalah, Emily begadang malam demi malam menyusun strategi untuk menutup lubang krisis. Ia memforsir tubuhnya sampai penyakit jantung itu muncul—hadiah dari kelelahan yang tak pernah diberi jeda.
Saat Aiden Johnson, kakak laki-laki tertuanya, terjebak dan hampir dibunuh, Emily mempertaruhkan keselamatannya sendiri. Ia menerima syarat musuh mereka demi membawa Aiden pulang hidup-hidup.
Saat reputasi Chase Johnson di industri hiburan nyaris hancur oleh serangan akun-akun bayaran, Emily begadang semalaman menerobos sistem belakang para penyebar fitnah itu, membersihkan jejak yang menelan nama baik Chase.
Saat Eli Johnson—ayahnya—diracun, Emily menguji obat pada dirinya sendiri, memaksa tubuhnya menjadi wadah percobaan agar Eli bisa diselamatkan.
Untuk kesehatan Cleo, Emily memanjat tebing demi mencari tanaman obat langka yang katanya hanya tumbuh di tempat berbahaya.
Dan untuk Hayden Johnson serta Finn Johnson—kakak ketiga dan keempatnya—Emily juga berkali-kali menguras habis tenaga, pulang dengan luka-luka yang bahkan tak sempat ia hitung.
Sementara Bianca…
Karena Bianca selalu sakit-sakitan, setiap kali Bianca merasa tersinggung, Emily yang otomatis jadi tersangka. Apa pun yang Bianca inginkan—bahkan barang yang paling Emily sayangi—harus diserahkan. Seolah Emily memang diciptakan untuk menjadi cadangan, pengganti, alat.
Emily pernah menyelamatkan Bianca dengan darah tali pusatnya sendiri. Bahkan James Smith—lelaki yang pernah Emily percaya—pernah terbuai oleh drama rapuh Bianca. Emily menelan sakitnya, memilih diam, karena ia selalu mengingat tubuh Bianca yang lemah.
Lalu apa yang ia dapat?
Hanya lelucon bodoh atas hidupnya sendiri.
Tanpa sadar, dokumen perjanjian hibah warisan yang ada di tangannya melorot dan berhamburan ke lantai. Emily tersentak, tubuhnya refleks berjongkok, buru-buru memunguti lembar-lembar itu dengan tangan yang gemetar.
“Siapa di luar?”
Suara itu membuat napas Emily tertahan. Dari dalam kamar, Cleo bangkit dan melangkah untuk memeriksa.
Emily tidak mau Cleo melihat dokumen itu sama sekali.
Warisan itu—lebih baik ia sumbangkan, lebih baik ia bakar, daripada jatuh ke tangan mereka.
Karena mereka tidak pantas.
Namun belum sempat ia mengumpulkan semuanya, pintu terbuka. Cleo muncul, dan tanpa menoleh, tumitnya menginjak punggung tangan Emily yang sedang meraih kertas.
Nyeri tajam menyambar.
Tapi rasa sakit itu… kalah jauh dibanding dadanya yang seperti diremas.
Emily mendongak. Matanya merah, tapi bibirnya terkunci.
Cleo menunduk, alisnya mengerut tajam. “Emily. Berani-beraninya kamu nguping?” Tatapannya jatuh pada dokumen yang berserakan. “Ini apa?”
Punggung tangan Emily mulai berdarah di bawah injakan Cleo, tapi yang ia terima bukan perhatian—melainkan tuduhan tanpa ujung.
Emily sudah lama sadar ibunya nggak pernah benar-benar menyayanginya.
Tapi tetap saja… rasanya seperti ada sesuatu yang diremukkan pelan-pelan di dalam dada.
Keluarga yang selama ini ia kira miliknya, ternyata memandangnya cuma sebagai “persediaan” tak habis-habis—dipakai saat perlu, dibuang saat tak berguna.
Dulu tubuhnya sempat sering tidak enak. Ia pernah curiga, pernah takut. Namun setiap kali hasil pemeriksaan dibawa pulang oleh ibunya, ujung-ujungnya cuma satu kesimpulan.
Emily kebanyakan mikir.
Sampai hari ia akhirnya benar-benar tahu separah apa kondisinya, yang ia dapat cuma gelengan kepala dokter.
“Kalau kamu datang berobat lebih awal, kita masih bisa melakukan bypass. Kamu masih bisa hidup beberapa tahun lagi.”
Emily sempat mengira dulu mereka kecolongan, sekadar kelalaian.
Ternyata bukan.
Ibunya sengaja menyembunyikannya—demi satu hal: transplantasi sumsum tulang untuk Bianca.
Begitu Cleo mengangkat kaki hendak menendang, Emily menahan nyeri di tangannya dan refleks memeluk map dokumen itu erat-erat ke dada.
Gerakan kecil itu justru membuat Cleo curiga.
“Apa itu sampai kamu lindungi begitu?” raut Cleo memelintir, menatap Emily bukan seperti anak, melainkan musuh. “Jangan-jangan kamu nyuri dokumen penting dari ruang kerja ayahmu?”
Cleo sama sekali tidak melihat wajah Emily yang pucat pasi.
Emily menggigit bibir, menahan sakit. “Nggak, Mother. Mother bisa cek CCTV!”
Tanpa menunggu jawaban, Emily berbalik dan berlari turun tangga secepat yang ia bisa.
“Kalau nggak ada apa-apa, kenapa kamu lari?” Cleo mengejar sambil berteriak, suaranya tajam seperti pisau. “Kalau kamu dengar pembicaraan kita, kamu harusnya makin ngerti. Kalau bukan karena adikmu sakit dan kamu masih ada gunanya, kamu sudah jadi arwah gentayangan dari dulu. Kamu juga nggak punya banyak hari lagi. Jadi nyumbang sumsum tulang buat adikmu—bukannya itu yang seharusnya kamu lakukan?”
Kalau Emily boleh memilih…
Ia lebih memilih tidak punya keluarga sama sekali.
Bibirnya tersenyum getir.
Dalam pandangan yang mengabur, kakinya tersandung. Satu pijakan meleset.
Tubuhnya meluncur, berguling menuruni anak tangga.
“Ah…!”
Cleo terkejut, buru-buru turun menyusul sambil mengomel panik, “Kamu ini gimana sih, ceroboh banget! Kamu luka nggak? Berdarah nggak? Kalau kamu sampai kehabisan darah, transplantasi sumsum tulangnya gimana…”
Kata-kata itu—dingin, mengerikan—membuat jantung Emily bergetar.
Ternyata kelahirannya memang tak pernah disambut doa.
Mungkin… memang seharusnya ia tidak ada di dunia ini.
Emily batuk darah. Merahnya memercik di atas dokumen-dokumen yang berserakan, menodainya seperti cat tumpah.
Dadanya nyeri sampai sesak, anggota tubuhnya terasa remuk, tiap sendi seperti ditusuk-tusuk. Kesadarannya menipis, ditarik menjauh.
Ia tahu, ia tidak akan selamat.
Bagus.
Kalau mati, ia tidak perlu lagi menghadapi keluarga yang munafik dan tak berhati itu.
Tapi bahkan dalam kematian pun, Emily tidak mau mati di tempat yang sedingin ini.
Tak mau mengotori jalan reinkarnasinya.
Dengan pikiran itu, ia menyeret tubuhnya yang patah dan terpelintir, merangkak setapak demi setapak menuju pintu keluar vila, meninggalkan jejak darah di lantai.
“Anak ini… keras kepala sekali,” suara Cleo mengejar dari belakang, seolah sedang menasihati, padahal menusuk. “Kalau pun kamu mau mati, kenapa nggak pikirin dulu buat nyelametin adikmu? Anggap saja kamu menabung kebaikan buat diri kamu…”
Emily memejamkan mata, putus asa.
Hujan turun deras di luar, mengguyur tanpa ampun, seakan membilas darah dan kotoran dari tubuhnya.
Seakan… membersihkan jalan yang rapi untuknya pergi.
“Emily! Cepat minta maaf sama adikmu! Kalau kamu nggak komplotan sama orang luar buat ngerjain dia, emang penyakit lamanya bakal kambuh? Kamu bisa tidur nyenyak nggak sih selama ini?!”
Emily tersentak bangun oleh bentakan itu.
Lengannya ditarik kasar. Sakitnya langsung menyambar.
Emily mengernyit dan membuka mata—beradu dengan tatapan murka ayahnya, ekspresi Aiden dan Hayden yang dingin tak setuju, serta kekecewaan di mata ibunya.
Secara refleks, Emily menutup dada.
Jantungnya… tidak sakit?
Ia menelan ludah, pandangannya menyapu ruangan.
Gudang. Dinding-dinding dipenuhi kanvas dan perlengkapan lukis milik Bianca—ruangan yang dulu dipaksa ia tinggali sampai usianya delapan belas.
Napas Emily tercekat.
Apa… dia terlahir kembali?
Bab Terakhir
#588 Bab 588: Apakah Itu Penyembunyian, atau Apakah Ada Motif Tersembunyi?
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#587 Bab 587 Dia dan Dia
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#586 Bab 586 Apakah Saya Akan Mati? Penyesalan
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#585 Bab 585: Terluka, Lawan Sebenarnya Memiliki Senjata
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#584 Bab 584: Ternyata Dia Tidak Pernah Dicintai
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#583 Bab 583: Pada Akhirnya, Dia Menyelamatkannya
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#582 Bab 582: Jika Saya Ingin Menculik Seseorang, Anda Akan Menjadi Pilihan Pertama Saya
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#581 Bab 581 Orang-orang Keluarga Johnson Dimain-main dan Dikirim Berputar-putar
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#580 Bab 580 Cleo, pada akhirnya, masih memiliki hati yang bias
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026#579 Bab 579 Memikirkan Dia Lagi Sekarang—Apa yang Anda Lakukan Sebelumnya?
Terakhir Diperbarui: 7/23/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Mami, Papi Memintamu Kembali
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Pengantin Palsu: Pembantu Manis Menjadi Nyonya Howard
Pembaca yang terhormat, karena beberapa masalah kesehatan, saya perlu memperlambat jadwal pembaruan untuk cerita kesayangan kita untuk sementara waktu. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda yang terus berlanjut!
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Bapak Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"












