
Sakit Hamil Sang CEO
Maya Sari · Sedang Diperbarui · 115.6k Kata
Pendahuluan
Saat pria itu akhirnya tersadar, satu malam yang berapi-api membuat Siti hamil. Anehnya, dia mulai merasakan mual pagi hari dan segala keluhan kehamilan yang dialami Siti, seolah-olah tubuhnya ikut mengandung!
Penderitaan bersama itu tak meluluhkan hatinya. Begitu cinta pertama kembali, dia langsung menuntut cerai. Namun, Siti tak patah semangat. Sambil mengandung anaknya, dia mengejar mimpi lamanya menjadi pelukis.
Yang tak dia duga, surat wasiat sang nenek menyimpan kejutan: semua harta warisan yang disiapkan untuk sang cucu, akan diwariskan kepada Siti dan anak dalam kandungannya...
Bab 1
Udara di dalam kamar mewah itu seakan tersedot habis. Untuk sesaat, Cyintia Lestari merasa napasnya berhenti, seluruh tubuhnya kaku tak bisa bergerak. Matanya menatap nanar kepada pria yang berdiri di hadapannya, atau lebih tepatnya, pada dokumen yang disodorkan pria itu dan nada suaranya yang dingin.
“Tanda tangani surat cerai ini. Sesuai kesepakatan kita.”
'Benar juga, kesepakatan tiga tahun lalu,' cibir Cyintia dalam hati. Di belakang punggungnya, tangannya meremas erat selembar hasil USG kehamilan yang kini terasa mustahil untuk dia tunjukkan.
Dua jam yang lalu, Cyintia baru saja tahu dirinya hamil satu bulan. Reaksi pertamanya adalah kebahagiaan yang meluap, tetapi langsung disusul kepanikan dan kebingungan. Dia memikirkan bagaimana cara memberi tahu pria di hadapannya ini, tetapi sekarang ... sepertinya semua itu tidak mungkin lagi terucap.
Memang benar. Pernikahannya dengan Dimas Wijaya hanyalah simbiosis mutualisme. Tiga tahun lalu, dia butuh tempat aman untuk tinggal bersama ibunya dan Dimas butuh seorang istri yang penurut untuk menghadapi desakan menikah dari keluarganya.
Sampai sekarang, Cyintia masih ingat betul kata-kata Dimas saat itu.
“Aku penuhi permintaanmu, kuberikan kamu status sebagai Nyonya Wijaya selama tiga tahun. Setelah itu, kita bercerai.” Dimas berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Dan satu lagi, jangan pernah jatuh cinta kepadaku, karena aku tidak akan mungkin mencintaimu.”
Ucapan Dimas Wijaya itu seakan masih terngiang di telinga dan kini terasa seperti tamparan keras di wajahnya.
Cyintia menekan rasa perih dan sesak di dadanya, dia tidak mengambil surat cerai itu, hanya mengangkat wajahnya dan menatap Dimas Wijaya dengan tatapan kosong.
“Tapi ... tapi ini belum tiga tahun.” Masih kurang satu tahun tiga bulan dari tanggal perceraian yang mereka sepakati. Dimas yang begitu tidak sabar menyodorkan surat cerai ini membuatnya teringat kejadian di rumah sakit kemarin.
Dimas dengan wajah cemas dan panik, menggendong seorang wanita dan tanpa sengaja menabraknya yang sedang dalam perjalanan untuk pemeriksaan. Mereka hanya berselisihan, Dimas tidak melihatnya, tetapi Cyintia melihat dengan jelas wanita dalam pelukan Dimas adalah Citra Lestari yang pergi ke luar negeri dua tahun lalu.
Ternyata, dia sudah kembali.
Kesabaran Dimas sepertinya sudah habis. Dengan kasar dan jengkel, dia melemparkan surat cerai itu ke wajah Cyintia.
“Tanda tangani. Kompensasi yang jadi hakmu tidak akan kurang sepeser pun. Citra sudah kembali, sandiwara kita ini harus berakhir.” Setelah berkata dengan wajah tanpa ekspresi, Dimas Wijaya berbalik dan membanting pintu dengan keras.
Butuh waktu semenit bagi Cyintia untuk mencerna kata-kata itu. Air matanya tak lagi bisa dibendung, hingga mengalir deras membasahi pipi. Jadi, pernikahan mereka yang hampir berjalan dua tahun ini hanyalah sebuah sandiwara yang harus berakhir begitu Citra kembali.
Seharusnya dia sadar dari dulu. Hati Dimas Wijaya selalu untuk Citra Lestari. Hanya saja, dua tahun pernikahan ini hampir membuatnya terlena, melupakan keberadaan Citra, dan berangan-angan bisa membangun cinta setelah menikah.
Ternyata semua itu hanya khayalannya belaka.
Dua tahun lalu, Citra Lestari dengan tegas memilih pergi ke luar negeri demi karier menarinya. Dimas mengejarnya sampai ke bandara, tetapi gagal menahannya. Malam itu, Dimas mabuk berat, dan takdir mempertemukannya dengan Cyintia yang baru saja diusir dari rumah.
Saat itu, Cyintia begitu menyedihkan, hancur lebur. Satu-satunya pegangan yang bisa dia raih hanyalah pria yang lahir di puncak piramida sosial ini. Dia mengira Dimas adalah penyelamatnya, tetapi dia salah besar.
Dimas adalah jurang lain yang lebih dalam.
Sebulan yang lalu, saat menghadiri sebuah jamuan, Dimas dijebak dan diberi obat perangsang. Itulah pertama kalinya mereka tidur bersama sejak menikah. Dimas tidak pernah menyentuhnya, seolah Cyintia adalah wabah penyakit. Cyintia tahu, untuk siapa Dimas menjaga dirinya.
Namun sialnya, sekali itu saja sudah membuahkan seorang anak.
Cyintia terduduk lemas di tepi ranjang. Dia menunduk, tangannya mengelus perutnya yang masih rata, seolah bergumam kepada dirinya sendiri.
“Ibu harus bagaimana denganmu, Nak?”
Di sisi lain, begitu melangkah keluar rumah, Dimas menerima telepon dari rumah sakit. Keningnya langsung berkerut.
“Saya segera ke sana,” jawabnya singkat.
Ruang rawat VIP Ortopedi di Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta penuh sesak, tetapi tidak ada yang berani mendekati wanita berwajah pucat yang menangis di ranjang. Lantai yang penuh pecahan barang juga membuat mereka sulit melangkah.
Citra Lestari baru saja membanting lampu meja terakhir yang bisa dia raih, guna melampiaskan amarahnya. Lampu itu pecah berkeping-keping di dekat kaki semua orang.
“Pergi! Kalian semua pergi dari sini!” teriaknya histeris memenuhi ruangan.
Kepala Departemen Ortopedi mendekat dengan hati-hati untuk menenangkan.
“Nona Citra, cedera lutut Anda ini hanya sementara, pasti akan pulih seperti sedia kala.”
Citra menatapnya dengan penuh kebencian. “Sebulan lagi saya ada kompetisi! Saya mau pulih dalam seminggu! Kalau tidak bisa, keluar sana!”
Teriakan gilanya membuat para staf medis saling pandang. Mereka paling tidak suka menghadapi nona besar seperti ini, tidak bisa dihardik, dan juga tidak bisa diusir. Mereka hanya bisa tersenyum pasrah. Siapa suruh nona besar ini adalah orang yang digendong langsung oleh pewaris Grup Wijaya ke rumah sakit.
“Ada apa ini?”
Begitu masuk, Dimas langsung melihat lantai yang berantakan dan para dokter serta perawat yang kebingungan. Wajahnya yang dingin baru menunjukkan sedikit kehangatan saat menatap wanita pucat di ranjang.
“Aku sudah bicara dengan dokter, lututmu tidak apa-apa. Tidak perlu cemas,” bujuknya lembut sambil memberi isyarat agar para dokter keluar.
Melihat Dimas, Citra langsung mengubah ekspresinya menjadi lemah dan sedih.
“Kak Dimas, apa aku tidak akan bisa menari lagi?”
“Jangan bicara sembarangan. Aku akan pastikan dokter menyembuhkanmu.” Dimas mengelus lembut kepala Citra. Wajah Citra langsung berseri-seri, sangat berbeda dengan wanita penuh amarah yang berteriak histeris tadi.
“Kak Dimas, aku percaya kepadamu.” Citra memanfaatkan kesempatan itu untuk memeluk pinggang Dimas dan membenamkan wajahnya di dada pria itu. Merasakan pelukan itu, tubuh Dimas mendadak kaku. Dia tidak balas memeluk, tetapi juga tidak mendorong Citra menjauh. Bagaimanapun, cedera lutut Citra terjadi karena dirinya.
Melihat Dimas tidak menolaknya, Citra tiba-tiba mengangkat kepala dan mencoba menciumnya. Dia tahu Dimas sudah menikah, tetapi memangnya kenapa? Dia yakin hati Dimas masih miliknya. Wanita bernama Cyintia Lestari itu, dulu saja tidak pernah dia anggap, apalagi sekarang.
Sekarang Dia sudah kembali, maka Cyintia harus kembali menjalani hidup susah seperti dulu. Bermimpi menjadi nyonya besar dengan merebut Kak Dimas selagi dia pergi? Jangan harap!
Namun kali ini, Dimas tiba-tiba memalingkan wajahnya, menghindari ciuman itu.
Citra berpura-pura bingung. “Kak Dimas, kamu ....”
Dimas mendadak merasa mual. Itulah sebabnya dia buru-buru menghindar. Entah karena bau disinfektan rumah sakit atau parfum Citra yang terlalu menyengat.
“Maaf, kamu istirahat saja. Aku masih ada pekerjaan, besok aku ke sini lagi.” Tanpa menoleh, Dimas langsung meninggalkan ruangan. Citra menatap punggungnya yang menjauh, tangannya meremas sprei di bawahnya dengan geram.
Tidak apa-apa. Cepat atau lambat, Kak Dimas akan menjadi miliknya.
Beberapa saat kemudian, Citra mengeluarkan ponselnya. Sudut bibirnya terangkat puas melihat sesuatu di layar. Dia menyimpan sebuah gambar, lalu membuka kontak Cyintia Lestari dan mengirimkannya.
Sebuah foto dirinya yang sedang memeluk Dimas erat-erat. Dari sudut pengambilan gambar, seolah-olah Dimaslah yang sedang mendekapnya.
'Cyintia Lestari, ini hadiah dariku untuk merayakan kepulanganku.'
Hanya Tuhan yang tahu betapa bencinya dia saat mendengar Dimas telah menikah dan istrinya adalah Cyintia Lestari.
Cyintia merapikan kembali hasil USG yang sudah lecek itu, menatapnya kosong selama beberapa menit. Di sebelah kirinya tergeletak surat perjanjian cerai, di kanannya hasil USG. Mengingat semua yang terjadi dua hari ini, dia tertawa getir.
Kalau saja dia tidak mencintai Dimas Wijaya, bukankah semua ini akan jauh lebih mudah?
Dia bisa langsung menandatangani surat cerai itu, mengambil uang kompensasi, dan pergi dengan kepala tegak. Dia juga bisa tanpa ragu menggugurkan anak ini, lalu melupakan Dimas selamanya, tidak akan pernah bertemu lagi.
Namun masalahnya, dia terlanjur mencintai pria itu. Dari usia delapan belas hingga dua puluh lima tahun, seluruh masa mudanya dia habiskan untuk mencintai pria itu dalam diam.
Suara notifikasi “Ting!” dari ponselnya menariknya kembali ke dunia nyata.
Saat membuka ponsel, wajahnya seketika pucat pasi. Tangan yang memegang ponsel itu gemetar hebat.
Bab Terakhir
#100 Bab [100] Permintaan Maaf yang Terlambat
Terakhir Diperbarui: 5/5/2026#99 Bab [99] Kembali ke Vila Indah
Terakhir Diperbarui: 5/5/2026#98 Bab [98] Rina Membela dengan Adil
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026#97 Bab [97] Rencana yang Lebih Mendalam
Terakhir Diperbarui: 5/5/2026#96 Bab [96] Keributan di Rumah Leluhur
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026#95 Bab [95] Ada Ibu Melahirkan, Tidak Ada Ibu Membesarkan
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026#94 Bab [94] Penanganan Nyonya Wijaya
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026#93 Bab [93] Kesadaran Direktur Utama
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026#92 Bab [92] Untuk Orang yang Paling Dekat
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026#91 Bab [91] Utang yang Tak Terhitung
Terakhir Diperbarui: 5/4/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Trilogi Efek Carrero
Flavour Its Yours
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Ayo! Mas Leng!
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Ketika Aku Mencintaimu
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!












