Bab [18] Demam Tengah Malam

Baru pada saat itulah Dimas Wijaya benar-benar menyadari betapa besar kepedulian Cyintia Lestari padanya. Selama ini, dia tidak pernah mau mencoba memahaminya, hanya menganggapnya sebagai alat yang diingat saat dibutuhkan, dan diabaikan saat tidak diperlukan.

Sekarang, dia merasa dirinya benar-bena...

Masuk dan lanjutkan membaca