Bab [47] Bawa Dia ke Rumah Sakit untuk Pemeriksaan

Sambil menyodorkan ponselnya ke Dimas Wijaya, Cyintia Lestari melihat pria itu hanya berdiri mematung. "Mau semedi di sini?"

Dimas Wijaya malah tersenyum tipis, menekan gejolak di hatinya. "Hmph, bohong saja tidak becus. Kakek tahu aku tidak pernah lari pagi."

Setelah berkata begitu, Dimas langsun...

Masuk dan lanjutkan membaca