Bab 12

Wajah pria itu yang tadi merah padam mendadak pucat pasi. Matanya keliling—ke kerumunan, ke deretan ponsel yang masih merekam, lalu berhenti di aku yang ikut mengangkat ponsel.

“Ya udah,” gumamnya, tangan merogoh saku dengan gerakan kesal. “Ya udah.”

Dia mengeluarkan selembar uang dua puluh dolar ...

Masuk dan lanjutkan membaca