Bab 143

POV Kieran

Summer menatapku lama. Matanya masih basah oleh air mata yang belum sepenuhnya kering. Aku mengangkat ibu jari, mengusap sudut matanya pelan—gerakan yang terasa akrab sekaligus rapuh, seolah kalau aku menekan sedikit saja, momen ini bisa pecah berantakan.

Dia mengangguk pelan, berus...

Masuk dan lanjutkan membaca