Bab 178

Aku menerima kotak itu, jemariku bergetar halus, dan rasa perih langsung menusuk di pelupuk mata. Bukan karena hadiahnya—meski jelas itu manis, perhatian, dan entah bagaimana… tepat banget—melainkan karena maknanya. Karena dia lari sekuat itu buatku, mempertaruhkan haknya untuk tetap dekat denganku ...

Masuk dan lanjutkan membaca