Bab 185

Aku seharusnya langsung nyari dia—itu yang kubilang ke diri sendiri waktu melangkah keluar rumah, diikuti tatapan cemas Mama sampai pintu menutup. Tapi begitu sampai di sekolah, keyakinan itu keburu mengental jadi sesuatu yang lain. Aku menyusuri lorong dengan tangan menyelip di saku blazer, jemari ...

Masuk dan lanjutkan membaca