Bab 186

Bel keempat berbunyi—nyaring, tegas—seolah memotong kabut yang sejak tadi menggantung di kepalaku sejak aku menutup telepon dari Kieran. Aku langsung berdiri bahkan sebelum yang lain sempat bergerak. Tasku sudah setengah tertutup ritsleting, menggantung di satu bahu.

Mia melirikku dengan tatapan ya...

Masuk dan lanjutkan membaca