Bab 198

Aku nggak sanggup ngomong, nggak sanggup ngapa-ngapain selain gemetar. Tapi aku juga nggak menjauh ketika jari-jarinya—tangan kirinya, yang masih berfungsi normal—pelan menutupi tanganku yang menempel di pelipis.

“Dia udah pergi,” kata Kieran. Ibu jarinya mengusap buku-buku jariku, pelan, berulang,...

Masuk dan lanjutkan membaca