Bab 20

POV Summer

“Bilang kalau aku nyakitin kamu,” bisikku.

“Kamu nggak akan.”

Aku hampir membantah—hampir memaksa dia mengakui kalau rasa sakitnya itu nyata, kalau dia pantas diperlakukan dengan lebih hati-hati daripada sekadar menepisnya begitu saja. Tapi kata-katanya keburu nyangkut di tenggorok...

Masuk dan lanjutkan membaca