Bab 217

“Kecup aku,” kataku. “Beneran kecup. Bukan kayak tadi—yang kamu terlalu hati-hati, takut salah, takut kebablasan. Aku cuma—” Suaraku patah di tengah. “Aku butuh kamu berhenti nahan diri.”

Ada sesuatu dalam diri Kieran yang berubah. Aku merasakannya dari cara seluruh tubuhnya mendadak diam—sekejap, ...

Masuk dan lanjutkan membaca