Bab 39

Keesokan harinya berjalan biasa saja. Mia dan aku baru selesai makan siang dan sedang melintas di lorong utama ketika tawa itu terdengar.

Tawa yang bikin bulu kuduk merinding—keras, dibuat-buat, dan jahat. Aku hafal suara seperti itu. Terlalu sering jadi sasaran.

“Ada apa?” tanya Mia, langkahnya m...

Masuk dan lanjutkan membaca