Bab 72

Aku tersenyum tanpa bisa menahannya. Tatapannya sempat turun ke bibirku sepersekian detik sebelum ia buru-buru memalingkan wajah, telinganya makin merah menyala.

Hening di antara kami berubah bentuk—jadi sesuatu yang lebih hangat, lebih dekat, sampai kulitku seperti kesetrum oleh kesadaran sendiri....

Masuk dan lanjutkan membaca