Bab [144]: Saya Menyukai Sari Wijaya

Sinta Kusuma cemas melihat selang infus yang masih menancap di tangan Sari Wijaya. Kalau jarum itu dicabut paksa, kondisinya bisa semakin parah. Sinta pun menahan tangan sahabatnya itu kuat-kuat sambil berusaha menenangkannya.

"Sari, sudah, jangan emosi. Perempuan gempal itu memang sinting, buat a...

Masuk dan lanjutkan membaca