Semua Bab of Si Manis dari Desa dan Tiga Lelaki Idaman
- 1. Bab [1]: Mati-matian Tidak Mau Menikah Dengannya
- 2. Bab [2]: Hidungmu, Sakit Sekali, ya?
- 3. Bab [3]: Cewek Jelek Pasti Mati
- 4. Bab [4] Tidak Pasti Siapa yang Akan Kalah
- 5. Bab [5]: Kamu Tidak Bisa Tidur di Kamarku
- 6. Bab [6]: Gadis Jelek Menyukainya
- 7. Bab [7]: Suka Bagian Mana dari Diriku? Aku Akan Mengubahnya!
- 8. Bab [8]: Diberi Obat Perangsang
- 9. Bab [9]: Kak Bayu, Cium Aku
- 10. Bab [10]: Kembali ke Kampung Halamanmu
- 11. Bab [11]: Cara Licik
- 12. Bab [12] : Dia yang Paling Cocok
- 13. Bab [13]: Kamu Terlalu Pelit
- 14. Bab [14]: Tahi Lalat di Wajahmu Miring
- 15. Bab [15]: Orangnya Baik Sekali
- 16. Bab [16]: Aku Tidak Menyesal
- 17. Bab [17]: Seluruh Keluargamu Adalah Cowok Muka Manis
- 18. Bab [18]: Benar-Benar Menyulitkanmu
- 19. Bab [19]: Menampar Wajah Kalian Tiga Anak-anak Nakal
- 20. Bab [20]: Saya Tidak Membutuhkan Wali
- 21. Bab [21] Sekelompok Pemula
- 22. Bab [22]: Sari Wijaya Memimpin Komando
- 23. Bab [23]: Jangan-jangan Patah Tulang
- 24. Bab [24]: Tidak Peduli dengan Nasib Orang Lain
- 25. Bab [25]: Bagaimana kalau kamu menemani Nona Yenny?
- 26. Bab [26]: Mesin Tidak Akan Memakan Manusia
- 27. Bab [27]: Ganti Kepala Kamu
- 28. Bab [28]: Dia Bukan Landak
- 29. Bab [29]: Kamu Tidak Bisa Memainkan Peran Utama Wanita
- 30. Bab [30]: Dia Ingin Mencium Sari Wijaya
- 31. Bab [31]: Kalian Memang Meremehkanku
- 32. Bab [32]: Jika seseorang menyerangku, pasti akan kuhabisi
- 33. Bab [33]: Kak Bayu Tidak Membelikanmu Tas
- 34. Bab [34]: Saya Ini Orang yang Sangat Buruk
- 35. Bab [35]: Bapak Gagah
- 36. Bab [36]: Dia Tidak Pandai Bermain Bola
- 37. Bab [37]: Pilihannya Bagus
- 38. Bab [38]: Utamakan Mendengarkan Kakak Perempuan
- 39. Bab [39]: Apakah Kamu Berperilaku Seperti Ini?
- 40. Bab [40] Bukti Mana?
- 41. Bab [41]: Panggil Aku Nenek
- 42. Bab [42]
- 43. Bab [43]: Kaya Tanpa Merusak Hati Nurani
- 44. Bab [44]: Wanita yang Sombong
- 45. Bab [45]: Tidak Suka Aji Surya
- 46. Bab [46]: Dia Adalah Binatang Buas
- 47. Bab [47]: Kamu Memberiku Bubur
- 48. Bab [48]: Gaya Kakak Ipar
- 49. Bab [49]: Kamu Menyukai Suamiku?
- 50. Bab [50]: Si Miskin Itu
- 51. Bab [51]: Dia Hampir Diperkosa
- 52. Bab [52]: Orang yang Menggertak Keluarga Surya
- 53. Bab [53] Meninggalkanmu Tiga Ribu Kilometer
- 54. Bab [54]: Dewi Motor di Rumahku
- 55. Bab [55]: Apakah Mas Ketiga Gila?
- 56. Bab [56]: Pertarungan Sengit
- 57. Bab [57]: Tidak Bisa Menjadi Pembelot
- 58. Bab [58]: Akan Putus Hubungan Denganmu
- 59. Bab [59]: Itu adalah Dewi Idaman Saya
- 60. Bab [60]: Sari, Apa Aku Menyinggungmu?
- 61. Bab [61]: Apakah Kamu Bersedia Menikah?
- 62. Bab [62]: Itu Karena Dia Benar-Benar Lapar
- 63. Bab [63]: Laki-laki atau Perempuan?
- 64. Bab [64]: Kasar Cewek Jelek
- 65. Bab [65]: Berlutut dan Meminta Maaf
- 66. Bab [66]: Memukul Keluar Implanmu
- 67. Bab [67]: Berlagak Sekali Tuan
- 68. Bab [68]: Mengapa Dia Menargetkanmu?
- 69. Bab [69]: Rugi atau Tidak?
- 70. Bab [70]: Tergoda
- 71. Bab [71]: Malam Ini Tidur Bersamamu
- 72. Bab [72]: Tidak Merawat Lukisanmu dengan Baik
- 73. Bab [73]: Mencuri Bayu Surya
- 74. Bab [74]: Akting yang Bagus
- 75. Bab [75]: Sepertinya Dimanfaatkan
- 76. Bab [76]: Rubah yang Mengandalkan Harimau
- 77. Bab [77]: Apakah Ada Panggilan Khusus?
- 78. Bab [78]
- 79. Bab [79]: Orang Ini Bodoh dan Kaya Raya
- 80. Bab [80]: Apakah Kamu Sangat Takut Padaku?
- 81. Bab [81]: Jangan Dengar Dia Membual Lagi
- 82. Bab [82]: Percaya pada Kalian
- 83. Bab [83] Bayi Takut
- 84. Bab [84]: Pria yang Bisa Dikalahkan, Adonan yang Bisa Diuleni
- 85. Bab [85]: Menyiksa Sekali.
- 86. Bab [86]: Dia Sangat Imut
- 87. Bab [87]: Standar Ganda Pak Bayu
- 88. Bab [88]: Pak Suka Laki-laki atau Tidak?
- 89. Bab [89]: Legenda Sok Suci
- 90. Bab [90]: Mencari Masalah Sendiri
- 91. Bab [91]: Om Melindungimu
- 92. Bab [92] Tahi Lalatmu Miring
- 93. Bab [93]: Aku Ingin... Menciummu
- 94. Bab [94]: Masih Cewek Jelek?
- 95. Bab [95]: Sedikit Sakit Pinggang
- 96. Bab [96]: Benar-benar Standar Ganda
- 97. Bab [97]: Pak Sangat Minder
- 98. Bab [98]: Perhatikan Mereka Berdua Ya
- 99. Bab [99]: Menjual Saya?
- 100. Bab [100]: Apakah Dia Menyukai Arya Surya?
- 101. Bab [101] Tidak Boleh Membiarkannya Hidup Tenang
- 102. Bab [102] Wanita yang Diperhatikan oleh Bayu Surya
- 103. Bab [103] Mereka Adalah Sahabat Lintas Generasi
- 104. Bab [104] Arya Surya Sedang Gatal Asmara
- 105. Bab [105] Sari Mungkin Tertimpa Musibah
- 106. Bab [106] Perkosanya Dulu, Bunuh Dia Kemudian
- 107. Bab [107] Mari Kita Bermain Sepuasnya
- 108. Bab [108] Tiga Tuan Muda Menyukaimu
- 109. Bab [109] Aku Menikah
- 110. Bab [110] Menikahi Cewek Jelek sebagai Istri?
- 111. Bab [111] Mereka Berciuman
- 112. Bab [112] Pak Bayu yang Paling Tampan
- 113. Bab [113] Dia Sedang Tidak Waras
- 114. Bab [114] Kalau Kalah Harus Berlari Telanjang
- 115. Bab [115] Berlari Telanjang
- 116. Bab [116] Dia Benar-Benar Menentang Langit
- 117. Bab [117] Nyalimu Benar-benar Besar
- 118. Bab [118] Membawanya Melihat Pria Tampan
- 119. Bab [119] Tidak Ada Pria Tampan di Rumah?
- 120. Bab [120] Memelihara Sekuntum Bunga Liar di Luar
- 121. Bab [121] Bertemu Bos yang Baik
- 122. Bab [122] Jangan-jangan Menabrak Pohon?
- 123. Bab [123] Aku Akan Cemburu
- 124. Bab [124] Serigala Berbulu Domba
- 125. Bab [125] Semua Hanyalah Kesalahpahaman
- 126. Bab [126] Nona Wijaya Menyukaimu
- 127. Bab [127] Memukul adalah Kasih, Memaki adalah Cinta
- 128. Bab [128] Dia Memiliki Dada Agar Dapat Membedakan Bagian Depan dan Belakang
- 129. Bab [129] Pak Bayu Sedang Tersenyum Kepadamu
- 130. Bab [130] Terlalu Banyak Makan Pakan Ternak?
- 131. Bab [131]: Memfitnah Saya
- 132. Bab [132]: Siapa yang mentraktirmu makan?
- 133. Bab [133]: Pemikiran yang Berbeda
- 134. Bab [134]: Mas Arya Tertarik pada Mereka
- 135. Bab [135]: Pahlawan Menyelamatkan Si Cantik
- 136. Bab [136]: Bagaimana Jika Ada Orang Lain yang Mengincarnya?
- 137. Bab [137]: Kamu Memang Memihak
- 138. Bab [138]: Tidak Perlu Kamu Khawatirkan
- 139. Bab [139]: Kalian Tidak Perlu Lagi Bermarga Surya
- 140. Bab [140]: Sangat Tidak Layak
- 141. Bab [141]: Bos, Anda Benar-Benar Berani dan Tegas
- 142. Bab [142]: Menyiapkan Mas Kawin untukmu
- 143. Bab [143]: Kamu Sangat Cocok dengan Tuan Muda Bayu
- 144. Bab [144]: Saya Menyukai Sari Wijaya
- 145. Bab [145]: Lebih Menyukai Aji Surya?
- 146. Bab [146]: Eksklusivitas Tuan Mudah Bayu
- 147. Bab [147]: Dewi Idamannya Bertindak
- 148. Bab [148]: Dia Harus Membayar Ganti Rugi
- 149. Bab [149]: Kita Rugi Uang
- 150. Bab [150]: Berani mencampuri urusanku, perkosa dulu baru bunuh
- 151. Bab [151]: Pengkhianat yang Memihak Orang Luar
- 152. Bab [152]: Tuan Muda Arya, apakah Anda menerimanya?
- 153. Bab [153]: Wanita yang Aku Sukai
- 154. Bab [154]: Aku Pergi Dulu, Kalian Lanjutkan
- 155. Bab [155]: Godaan Bayu Surya
- 156. Bab [156]: Dia Pasti Gila
- 157. Bab [157]: Berkat Dia
- 158. Bab [158]: Mengapa Merebut Pria Saya?
- 159. Bab [159]: Aku Ingin Berpacaran Dengannya
- 160. Bab [160]: Siapa Pemiliknya, Dialah yang Menyelamatkan
- 161. Bab [161]: Bolehkah aku menciummu sebentar?
- 162. Bab [162] Gagasan Siapa Sebenarnya?
- 163. Bab [163]: Bayu Surya adalah seorang penyimpang besar
- 164. Bab [164]: Dia Juga Tega Melakukannya
- 165. Bab [165]: Mengganti Pakaianmu untukmu
- 166. Bab [166]: Bayu Surya Agak Berpura-pura
- 167. Bab [167]: Tidak Dapat Menyembunyikan Kejelekannya
- 168. Bab [168]: Tidak Tahu Malu?
- 169. Bab [169]: Memukul Anjing Harus Melihat Tuannya
- 170. Bab [170]: Tidak Akan Terikat oleh Moralitas
- 171. Bab [171]: Sangat Layak Dapatkan Itu
- 172. Bab [172]: Kekasih Pelukis Chandra
- 173. Bab [173]:
- 174. Bab [174]: Jangan-jangan Kamu Jatuh Cinta Padaku?
- 175. Bab [175]: Bagaimana Kemampuan Kungfu Pak Bayu?
- 176. Bab [176]: Kamu Berutang Penjelasan Kepadaku
- 177. Bab [177]: Terbentuklah Seorang Pecinta yang Setia
- 178. Bab [178]: Kak Bayu, Selamatkan Aku
- 179. Bab [179]: Aku Akan Menghukummu
- 180. Bab [180]: Cintanya Sangat Dominan
- 181. Bab [181]: Pacarnya Bernama Bayu Surya
- 182. Bab [182]: Dia Sangat Mengkhawatirkanku
- 183. Bab [183]: Diseret Keluar dan Dipukul Sampai Mati
- 184. Bab [184]: Bagaimana mungkin kamu bernama Mahendra?
- 185. Bab [185]: Jangan Kalian Bermimpi Saja
- 186. Bab [186]: Keluarga Harto Bermasalah
- 187. Bab [187]: Kita Berdua Tidur Bersama
- 188. Bab [188]: Kamu Memang Suka Sari Wijaya
- 189. Bab [189]: Linda Salim Dimanfaatkan?
- 190. Bab [190]: Cintai Diri Sendiri Lebih Banyak
- 191. Bab [191]: Kami Tidur Bersama Tadi Malam
- 192. Bab [192] Semuanya Palsu?
- 193. Bab [193]: Dia Hanya Menginginkan Menantu Laki-Laki Cucu Perempuannya
- 194. Bab [194]: Kesengajaan
- 195. Bab [195]: Aku Merasa Ada Krisis
- 196. Bab [196]: Layani Aku Sampai Puas
- 197. Bab [197]: Perempuan itu sangat jelek
- 198. Bab [198]: Hajar Si Mesum Bangsat Itu
- 199. Bab [199]: Menyentuh Tunanganku
- 200. Bab [200]: Apakah Istri Bos Sudah Dewasa?
- 201. Bab [201]: Menggoda Tunangan Anda
- 202. Bab [202]: Memelihara Linda Salim
- 203. Bab [203]: Susilo Yanuar akan segera kembali
- 204. Bab [204]: Meminta Penjelasan darinya
- 205. Bab [205]: Menginjak Dua Perahu Sekaligus
- 206. Bab [206]: Teladan Kami
- 207. Bab [207]: Membeli Rumah Pengantin di Sini
- 208. Bab [208]: Kamu Pergi Menemaninya Tidur
- 209. Bab [209]: Aku Memukulmu Sekalian
- 210. Bab [210]: Memelukmu Saat Tidur Sangat Nyaman
- 211. Bab [211]: Sutradara Berperangai Buruk
- 212. Bab [212]: Ia Memiliki Kecenderungan Masokis
- 213. Bab [213]: Apakah ingin melakukan “casting couch”?
- 214. Bab [214]: Beri Dia Pelajaran
- 215. Bab [215]: Membawamu Pulang untuk Dinikahi
- 216. Bab [216]: Kamu Baru Saja Menggodaku
- 217. Bab [217]: Ia Tidak Pulang Semalaman
- 218. Bab [218]: Keluarkan barang itu untukku
- 219. Bab [219]: Kamu Mengajukan Bukti
- 220. Bab [220]: Cucu Perempuan Saya Telah Diperlakukan Tidak Adil
- 221. Bab [221]: Membunuh dan Menghancurkan Hati
- 222. Bab [222]: Dia Menjadi Pencuri
- 223. Bab [223]: Linda Salim dalam Bahaya
- 224. Bab [224]: Sesuatu Sudah Terjadi
- 225. Bab [225]: Kepribadian Kak Bayu
- 226. Bab [226]: Ingin Meniduri Putri Kesayangan?
- 227. Bab [227]: Tidak Tahan Melihatmu
- 228. Bab [228]: Bau Mesum Cukup Kuat
- 229. Bab [229]: Dia seperti anjing penjilat
- 230. Bab [230]: Terima Kasih kepada Dua Kakek
- 231. Bab [231]: Menyinggung Orang yang Tidak Seharusnya Disinggung
- 232. Bab [232]: Kamu Benar-Benar Tamat
- 233. Bab [233]: Tolong Tonton Sebuah Pertunjukan
- 234. Bab [234]: Dia Pasti Tidak Bahagia
- 235. Bab [235]: Kamu Menusukku hingga Sakit……
- 236. Bab [236]: Menerobos Masuk ke Rumah dan Menciummu
- 237. Bab [237]: Pak Bayu Bermain dengan Banyak Cara
- 238. Bab [238]: Cinta Monokrom-nya
- 239. Bab [239]: Dia Bukan Rekan Satu Tim yang Merepotkan
- 240. Bab [240]: Meragukan Penilaian Kakek
- 241. Bab [241]: Mereka Berciuman di Kantor
- 242. Bab [242]: Bersiap Menonton Video Ini
- 243. Bab [243]:
- 244. Bab [244]: Semuanya Kura-kura yang Menyusutkan Kepala
- 245. Bab [245]: Kalian Berdua Sudah Saling Berciuman
- 246. Bab [246]: Kesadaran Burung Kenari
- 247. Bab [247]: Apakah aku punya modal untuk melawan?
- 248. Bab [248]: Orang yang Tidak Jelas Identitasnya
- 249. Bab [249] Apakah Aku Sudah Putus denganmu?
- 250. Bab [250]: Tidak Menimbulkan Ancaman
- 251. Bab [251]: Meminta Maaf kepada Nona Sari
- 252. Bab [252]: Pengakuan Terus Terang
- 253. Bab [253]: Grup Surya Tidak Akan Mengeluarkan Uang Ini
