Bab [191]: Kami Tidur Bersama Tadi Malam

Menatap sorot mata Bayu Surya yang penuh harap, Sari Wijaya menggaruk ujung alisnya, lalu bergumam ragu, "Senang, kok..."

Padahal nyatanya, dia sama sekali tidak senang. Perasaannya saat ini bahkan lebih suram daripada orang yang sedang ziarah ke makam.

Tak lama kemudian, rombongan itu turun gunu...

Masuk dan lanjutkan membaca