Bab [18]

Setelah Rizki mematikan saklar listrik, aku segera meninggalkan rumah itu. Rasanya muak sekali, aku tidak sanggup lagi berada di sana.

Hanya ada satu pikiran di benakku: aku harus mengusir kedua orang itu dari rumahku, harus!

Kembali ke kamar, hatiku masih bergejolak.

Mengingat kembali masa lalu ...

Masuk dan lanjutkan membaca