Bab [19]

Dewi menatapku, lalu buru-buru menunjuk ke arahku. "Pak, Nyonya sudah pulang, bawa Tuan Muda!"

Baru saat itulah Adrian Lim menoleh ke arahku, nadanya terdengar suram. "Kamu dari mana saja?"

Wajahku datar tanpa ekspresi. Aku meletakkan Rizki dengan lembut di atas sofa. "Apa maksudmu? Apa aku harus ...

Masuk dan lanjutkan membaca