Bab [26]

Dewi membanting mangkuknya ke meja. “Makan malam begini kenapa pakaianmu tidak sopan begitu? Cepat kembali ke kamarmu dan ganti baju!”

Aku melirik Adrian Lim. Benar saja, matanya sudah lengket pada Yuni.

Dalam hati, aku tersenyum sinis. 'Kamu panik sekali, ya, Dewi?'

Biasanya kamu yang merebut la...

Masuk dan lanjutkan membaca