Bab [52]

Adrian Lim duduk dengan wajah dingin. "Baguslah kalau kamu sadar."

Anisa Widya memutar bola matanya, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

Ia menoleh ke arahku. "Aku mikir, besok pagi kamu kan harus antar anak-anak, jadi aku buru-buru balikin mobilmu. Baik hati kan aku?"

Aku mengangguk, berp...

Masuk dan lanjutkan membaca