Chapter196 Argumen

“Om, tadi Om telepon kayak panik. Ada apa?” Suara Haris susah ditebak. Dengan tenang ia menutup pulpen, gerakannya mantap dan terukur.

Suara Pak Damar dingin seperti es. “Kamu ke mana aja beberapa hari ini?”

Kening Haris mengernyit tipis, lalu kembali rata. Nadanya tetap datar. “Saya ikut rapat te...

Masuk dan lanjutkan membaca