
Suamiku Miliarder Difabel adalah Kaisar Kegelapan
Irene Vale · Selesai · 285.3k Kata
Pendahuluan
"Harus kuakui, kau memang memikat." Tiba-tiba Cakra menunduk. Bibir tipisnya menggigit pelan tulang selangkaku, sementara jemarinya menyusuri dadaku, lalu menyelinap turun ke sela-sela pahaku.
Tubuhku ditekan kuat ke atas ranjang olehnya, membuatku tak bisa berkutik selain meresapi gelombang kenikmatan yang ia berikan.
"Jadilah gadis penurut dan biarkan aku masuk." Cakra mengentak kuat, menembus pertahananku.
Setelah hancur dikhianati oleh mantan suami dan sepupunya sendiri, Maira terpaksa menikahi Cakra—pria cacat dengan wajah penuh luka—sebagai istri kontrak demi menutupi kerugian perusahaannya yang mencapai miliaran Rupiah.
Namun, sebuah insiden tak terduga menuntun Maira pada sebuah kebenaran: Cakra sama sekali tidak cacat, apalagi buruk rupa. Pria itu nyatanya adalah penguasa dunia gelap yang mengendalikan seluruh kota dari balik bayangan.
Ketakutan, Maira menyusun rencana untuk kabur meninggalkan pria mengerikan itu. Namun, Cakra selalu berhasil menyeretnya kembali.
"Kontrak kita sudah batal. Aku tidak hanya menginginkan tubuhmu, tapi juga hatimu."
Kali ini, mungkinkah Maira akan benar-benar jatuh cinta pada pria berbahaya ini?
Bab 1
"Jangan!"
Jeritan tajam memecah kesunyian kamar rumah sakit yang mencekam.
Citra tersentak bangun, keringat dingin membasahi gaun rumah sakitnya yang tipis. Warna putih yang menyilaukan mengepungnya, disusul aroma tajam disinfektan yang langsung menusuk penciuman.
Seorang perawat bergegas masuk. Raut wajahnya menyiratkan kelegaan saat melihat Citra sudah sadar.
"Mbak sudah sadar? Bagaimana perasaannya sekarang?"
Citra tidak menjawab. Ia hanya duduk terengah-engah, menatap kosong ke depan.
Perawat itu melembutkan suaranya, berusaha menenangkan. "Yang tabah ya, Mbak. Kami tidak bisa menyelamatkan kandungan Mbak."
"Tapi kondisi fisik Mbak perlahan stabil. Nanti kalau rahimnya sudah pulih, masih ada kesempatan untuk punya anak lagi."
Bayinya... tiada...
Kata-kata itu menghantam Citra layaknya batu besar yang meremukkan dadanya. Perlahan ia menunduk, kedua tangannya yang gemetar terulur menyentuh perutnya yang masih rata.
Sempat ada kehidupan kecil di sana, tumbuh dalam diam selama dua bulan terakhir.
Ingatan itu kembali berkelebat di benaknya. Gudang terbengkalai yang lembap. Wajah bengis si penculik dan kilat pisau di tangannya—semuanya begitu nyata, seolah baru detik ini terjadi.
"Bima Wibowo, pilih satu."
"Istrimu, Citra, atau cinta pertamamu, Alya?"
Suara penculik itu terdengar serak dan kejam, layaknya malaikat maut yang sedang menjatuhkan vonis.
Tatapan Citra terkunci pada sosok pria yang berdiri tak jauh darinya. Pria yang telah ia cintai selama lima tahun. Suaminya sendiri.
Ia melihat arah pandang Bima bergantian menatap dirinya dan sepupunya, Alya. Keraguan di mata pria itu bagaikan pisau tumpul yang perlahan menyayat hati Citra.
Lalu, ia menyaksikan suaminya itu menunjuk tanpa ragu ke arah Alya, yang sedang meringkuk ketakutan di belakangnya.
"Lepaskan Alya."
Detik itu juga, dunia Citra runtuh.
Sebuah bayangan melintas di benaknya. Hasil pemeriksaan yang baru saja ia ambil pagi tadi.
Positif hamil, 8 minggu.
Senyum haru dokter yang memberinya selamat masih terekam jelas. Rencananya, ia akan memberitahu Bima malam ini, tepat di hari jadi pernikahan mereka. Seharusnya ini menjadi kejutan yang manis.
"Sepertinya suamimu sudah menjatuhkan pilihan."
Penculik itu menempelkan pisaunya ke leher Citra. Dinginnya baja itu membuat sekujur tubuhnya meremang.
"Ada pesan terakhir buat suami tercintamu?"
Citra menatap Bima dari balik bilah pisau itu, mengerahkan seluruh sisa tenaga yang ia miliki untuk berbicara setegas mungkin.
"Mas Bima, aku hamil."
"Dua bulan."
Begitu kata-kata itu meluncur dari bibirnya, terdengar pekikan tertahan dari Alya yang bersembunyi di punggung Bima.
"Mas Bima, aku takut..."
Suaranya memang pelan, tapi cukup untuk menghancurkan sisa-sisa harapan Citra.
Penculik itu tertawa terbahak-bahak, jelas-jelas menikmati drama di depannya.
"Bima, lo dengar itu? Istrimu lagi bunting. Gue kasih lo satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau lo selamatin?"
Jantung Citra seakan melompat ke tenggorokan. Dia menatap laki-laki itu, secercah harapan memancar di matanya.
Ada darah daging mereka di dalam rahimnya.
Si penculik melihat Bima yang masih bimbang dan memutuskan untuk "membantu" laki-laki itu memilih.
Dia memberi isyarat pada dua anak buahnya. Bima hanya bisa mematung tak berdaya saat dua preman itu mengambil posisi di samping Citra dan Alya, tangan-tangan kotor mereka mulai merayap ke pakaian kedua perempuan itu.
Si bos penculik bahkan mengeluarkan ponselnya, merekam penghinaan tersebut.
Suara kain robek memecah ketegangan.
Mata Bima memerah, menatap tajam si penculik dengan penuh amarah.
"Jangan sentuh mereka!" Suaranya bergetar menahan murka.
Si penculik tak peduli. Matanya dengan jalang menggerayangi tubuh perempuan cantik di depannya. "Kulit cewek lo mulus banget, Bos!"
"Tahu nggak? Gue berubah pikiran. Lo nggak usah milih lagi. Dua-duanya buat gue aja. Anak buah gue juga butuh hiburan. Habis kami puas, kami bakal telanjangin mereka dan buang ke jalanan. Biar gembel-gembel di luar sana juga bisa ikutan seneng."
Bajingan itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapannya sendiri.
Citra melihat tangan kotor itu terulur ke dadanya. Air mata menderas di pipinya saat dia mundur dengan panik.
Dia menatap Bima dengan sorot memohon.
"Mas Bima, tolong aku! Selamatkan anak kita, Mas!"
Citra tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada bayinya jika laki-laki bejat ini menodainya.
Alya tak mau kalah. Dia menatap Bima, otaknya berputar licik—jika Citra mati di tangan para penculik ini, Bima pasti harus menyelamatkannya.
Didorong pikiran jahat itu, Alya sengaja menggeser tubuhnya dan menabrak Citra keras-keras.
Tepat di depan Citra, sebilah pisau milik si penculik sudah menanti.
Tubuh Citra terdorong kuat ke depan. Goresan darah seketika muncul di lehernya.
Penculik di dekatnya melihat Citra terhuyung ke arahnya dan langsung mengumpat, "Bangsat, ngapain lo nabrak-nabrak gue!"
Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Citra.
Darah segar menetes dari sudut bibir Citra saat dia menatap Bima dengan keputusasaan yang memilukan.
Namun, yang terdengar selanjutnya hanyalah suara Bima, masih dengan nada tegas dan mendesak.
"Aku pilih Alya! Lepaskan dia, aku bakal kasih apa pun yang kalian mau!"
Setetes air mata panas mengalir membasahi pipi Citra.
Hatinya mati seketika. Hancur tak tersisa.
Perempuan itu memejamkan mata, pasrah menunggu ajal menjemput.
Bilah pisau yang dingin itu menekan lehernya semakin dalam.
Dor!
Suara tembakan yang memekakkan telinga meledak di udara.
Rasa sakit yang ditunggu tak kunjung datang. Lengan si penculik yang memegang pisau mendadak terkulai lemas dan jatuh.
Di tengah kekacauan itu, Citra merasa tubuhnya seringan kapas saat seseorang menariknya ke dalam pelukan yang hangat dan penuh kekhawatiran.
Tepat sebelum kesadarannya benar-benar gelap, sayup-sayup dia melihat seraut wajah yang menatapnya dengan kepanikan luar biasa.
Bab Terakhir
#268 Chapter266 Clifton, Saya Tidak Pikir Saya Akan Bertahan Sampai Anda Kembali
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#267 Chapter266 Clifton, Saya Tidak Pikir Saya Akan Bertahan Sampai Anda Kembali
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#266 Chapter266 Clifton, Saya Tidak Pikir Saya Akan Bertahan Sampai Anda Kembali
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#265 Chapter265 Diculik
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#264 Chapter264 Mengikuti
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#263 Bab 263 Buat Dia Berharap Dia Mati
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#262 Chapter262 Bagaimana Jika Miranda Hilang
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#261 Chapter261 Permintaan yang Tak Tahu Tahu
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#260 Chapter260 Saatnya Membawa Putrinya Pulang
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026#259 Chapter259 Menguping
Terakhir Diperbarui: 6/19/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Flavour Its Yours
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Pengantin Pengganti
Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Pengantin Palsu: Pembantu Manis Menjadi Nyonya Howard
Pembaca yang terhormat, karena beberapa masalah kesehatan, saya perlu memperlambat jadwal pembaruan untuk cerita kesayangan kita untuk sementara waktu. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda yang terus berlanjut!
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"












