Bab [19] Hujan Deras Berhenti

Maya Lestari bersandar ke dinding gua, napasnya tersengal pelan, raut wajahnya masih menyisakan kebinalan yang barusan.

Aku cuek pada perasaannya. Setelah selesai, aku hanya merapikan celana, lalu kembali berbaring di samping Luna Wijaya. Begitu memeluk tubuh Luna lagi, pikiranku pelan-pelan tenang...

Masuk dan lanjutkan membaca