
Terdampar Bersama CEO yang Memesona
Wanda Tantomo · Sedang Diperbarui · 124.7k Kata
Pendahuluan
Dia adalah wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupku. Cantika terkenal sebagai bos setan di perusahaan karena temperamennya yang meledak-ledak. Namun, yang sama terkenalnya adalah tubuhnya yang bak siluman pemikat, menggairahkan dan memesona.
Wanita seperti ini, hampir tak mungkin ada yang bisa menaklukkannya.
Suatu kesempatan tak terduga muncul. Aku diam-diam memotretnya saat ia merayu diri sendiri. Dengan foto-foto itu, aku berencana memerasnya, mengubahnya menjadi budak nafsuku.
Namun, acara rekreasi perusahaan mengacaukan rencanaku. Tapi, justru dalam kegiatan itulah, nasib membawa kami terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.
Dan di sanalah, akhirnya, aku benar-benar memiliki dirinya. Bukan hanya raganya, tetapi juga jiwanya...
Bab 1
Namaku Andi Rahman. Setelah lulus kuliah, aku dan pacarku masuk ke perusahaan yang sama. Di sinilah aku bertemu dengan atasanku, Julia Hartini, seorang wanita yang memberikan pengaruh sangat besar pada hidupku.
Julia Hartini memiliki temperamen yang buruk. Dia dikenal sebagai "bos iblis" di kantor, tetapi yang sama terkenalnya dengan sifat kejamnya adalah tubuhnya yang meledak-ledak bagaikan succubus. Wanita seperti dia, nyaris tidak ada laki-laki yang mampu menaklukkannya.
Namun, dalam satu kesempatan yang tak terduga, aku menemukan rahasia kecilnya. Ternyata, dia adalah wanita dengan gairah seksual yang sangat tinggi. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, di dalam ruang kerjanya yang tertutup, dia memegang sebuah dildo, lalu diam-diam memuaskan dirinya sendiri. Dia membuka kedua kakinya lebar-lebar, ekspresi wajahnya begitu liar dan penuh nafsu.
Melihat tubuhnya yang sintal menggeliat seperti itu membuat hasratku memuncak, kejantananku menegang tak terkendali. Tepat ketika aku diam-diam mengambil foto adegan masturbasinya dan merencanakan untuk menggunakan foto-foto itu sebagai alat pemerasan—agar dia menjadi budak seksku—acara gathering kantor mengacaukan rencanaku. Namun, justru acara inilah yang akhirnya membuatku benar-benar memilikinya, baik tubuh maupun jiwanya ....
"Julia Hartini, ternyata Anda."
Begitu aku naik ke pesawat, aku menyadari bahwa wanita yang duduk di sebelahku adalah bosku sendiri.
Julia Hartini adalah manajer departemen. Usianya belum genap tiga puluh tahun, tetapi tubuhnya benar-benar matang dan menggoda. Dia memancarkan aura kedewasaan yang memikat. Dia mengenakan kemeja putih ketat, sementara bawahannya adalah rok span hitam yang membungkus pinggulnya dengan sempurna. Kaki jenjangnya yang putih mulus dibalut stoking warna kulit yang seksi.
Buah dadanya membusung tinggi, bagian yang terekspos ke udara terlihat begitu besar dan putih, seolah-olah memaksa kemeja putih itu untuk meledak saking ketatnya. Belahan dadanya begitu dalam dan memikat, dihiasi sebuah kalung dengan liontin permata biru berbentuk tetesan air yang jatuh tepat di celah payudaranya. Kilau permata itu seakan-akan hendak menyedot jiwaku.
Melihat wanita ini, jantungku berdegup kencang tak karuan. Mata biru mudanya yang tajam menatapku, seperti siluman penggoda dalam dongeng yang sedang mempermainkan imanku.
Detak jantungku makin tak terkendali, setiap tarikan napas dipenuhi aroma tubuhnya yang begitu harum dan memabukkan.
Saat aku duduk di kursiku, aroma itu makin kuat menyelimutiku. Dalam pandanganku, dadanya yang naik turun seiring napasnya membuatku tak tahan. Aku merasakan kejantananku mengeras bagaikan besi baja di balik celana.
Tanpa sadar, aku menarik napas dalam-dalam untuk menikmati wangi tubuhnya yang pekat, sambil buru-buru menutupi selangkanganku yang menonjol dengan jaket.
Mau bagaimana lagi, payudaranya benar-benar terlalu indah. Besar, putih, dan aku sangat menyukainya. Setiap kali melihatnya, otakku langsung dipenuhi fantasi liar. Dalam bayanganku, Julia Hartini sedang menangkup payudaranya sendiri, berlutut di hadapanku sambil melumat kejantananku. Dia akan terlihat sangat binal, menggunakan bibirnya yang tebal dan sensual untuk memanjakan milikku.
Oh Tuhan, adegan-adegan itu sudah ribuan kali muncul di kepalaku.
Sayangnya, itu semua hanya fantasiku.
Sepertinya dia menyadari tingkahku yang aneh. Bibir tebal Julia Hartini bergerak sedikit, seolah-olah sedang mengumpat pelan, dan wajah cantiknya menunjukkan ekspresi jijik.
Mata birunya menatapku dengan sorot yang tajam dan galak.
Merasakan tatapan tajam itu, hatiku sedikit panik. 'Sial, sial.'
Di kantor, dia sangat disegani. Tubuhnya memang seksi dan wajahnya cantik, tetapi kepribadiannya benar-benar bikin sakit kepala. Temperamennya buruk dan dia selalu memandang orang lain dengan angkuh.
"Andi Rahman, kalau aku tidak salah ingat, target penjualan yang aku berikan padamu sampai sekarang belum tercapai, kan? Dengan kinerja seperti itu, bagaimana kamu masih punya muka untuk ikut liburan kantor? Apa kamu tidak punya rasa malu sedikit pun?"
Suaranya dingin dan menusuk. "Setelah liburan ini selesai, aku beri kamu waktu satu minggu lagi. Kalau target itu masih belum tercapai, silakan angkat kaki dari perusahaan ini."
Julia Hartini mengangkat dagunya tinggi-tinggi, menatapku dengan berang. Bibir tebalnya tetap terlihat cantik, tetapi ekspresinya begitu sombong. Rasa marah mulai membakar dadaku. Ada satu detik di mana aku benar-benar ingin menekannya ke kursi pesawat ini dan menyetubuhinya dengan kasar tanpa peduli apa pun.
Andi Rahman, itulah namaku. Sebenarnya, kegagalan target penjualan itu bukan sepenuhnya salahku, melainkan karena faktor eksternal pasar yang sedang lesu. Julia Hartini tahu betul soal itu, tetapi dia sengaja mengungkitnya sekarang hanya untuk mempersulitku.
Aku curiga, mungkin tonjolan di celanaku membuatnya merasa terganggu, atau mungkin malah berdebar? Wanita sombong sepertinya mana mungkin mau mengakui kalau dia merasakan getaran nafsu terhadap bawahan sepertiku.
Dasar wanita yang minta digarap.
Dengan sedikit niat jahat, aku melirik sekilas ke arah dadanya yang besar, lalu memperbaiki posisi dudukku dengan gaya mengalah dan memejamkan mata.
Saat ini, sudah banyak rekan kerja yang duduk di sekitar kami. Namun, menghadapi sikap arogan Julia Hartini, tidak ada satu pun yang berani membelaku.
Beberapa dari mereka menunduk dan pura-pura tidak mendengar. Ada juga yang menatapku dengan pandangan kasihan atau bahkan meremehkan.
Aku memilih untuk mengabaikan semua tatapan itu. Di dalam kepalaku, adegan menyetubuhi Julia Hartini dengan kasar kembali berputar.
Rekan-rekan kerjaku ini sama saja denganku, hanya kaum lemah yang ditindas oleh Julia Hartini. Menindas yang lemah tidak akan memberiku kehormatan. Melawan yang kuat, itulah yang seharusnya kulakukan.
Ya, melawan. Untuk menghadapi Julia Hartini, aku sudah punya rencana di kepalaku. Posisinya di perusahaan sangat tinggi, dan dia adalah lulusan terbaik dari Universitas Gadjah Mada. Melawan wanita cerdas sepertinya butuh strategi dan waktu yang tepat.
Bertindak impulsif tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan membuatku celaka.
Melihat aku mengabaikannya, Julia Hartini tampak makin kesal. Dada besarnya bergetar hebat mengikuti napasnya yang memburu karena emosi. Kalau saja ada yang bisa menyentuhnya sekarang, mereka pasti akan merasakan putingnya mengeras karena amarah.
Wanita seperti dia terbiasa dipuja dan ditakuti. Belum pernah ada orang yang berani mengabaikannya seperti yang kulakukan barusan. Tentu saja dia tidak terima.
Hanya saja, Julia Hartini sendiri tidak sadar mengapa setelah aku abaikan, dia merasakan emosi yang begitu rumit. Selain marah, samar-samar ada sensasi aneh yang menggelitik.
Sebuah hasrat terpendam untuk mendesah nikmat.
Jauh di kemudian hari aku baru tahu, Julia Hartini memiliki sedikit masalah psikologis. Di balik sosoknya yang selalu dipuja dan ditakuti, Julia Hartini sebenarnya memiliki sisi masokis. Dia suka dicambuk, serta suka dihina. Jika perilaku kasar itu dilakukan saat bercinta, dia bisa mencapai orgasme dengan sangat mudah.
Kelainan ini dalam istilah profesional disebut sadomasokisme.
Dan Julia Hartini adalah wanita dengan kecenderungan itu.
Liburan kali ini tujuannya ke Bali. Perusahaan menyewa satu pesawat khusus. Karena kinerjaku sebenarnya cukup lumayan, namaku masuk dalam daftar peserta liburan.
Pesawat sudah terbang stabil selama beberapa saat. Melalui jendela pesawat, aku bisa melihat dengan jelas awan hitam pekat bergulung-gulung di angkasa, menciptakan suasana yang suram dan mencekam.
Hatiku mendadak tegang. Awan gelap seperti itu menandakan badai tropis akan segera datang. Cuaca ekstrem seperti ini sangat berbahaya bagi penerbangan.
Dan benar saja, bencana datang bertubi-tubi. Saat aku sedang cemas menatap ke luar jendela, segumpal asap tebal tiba-tiba melintas di depan kaca.
Di ketinggian seperti ini, mana mungkin ada asap? Hanya ada satu kemungkinan, asap itu berasal dari pesawat yang kami tumpangi.
Aku hendak berdiri karena panik, tetapi sabuk pengaman menahan tubuhku dengan kuat. Detik berikutnya, guncangan hebat menghantam kami.
Jeritan melengking terdengar tepat di telingaku. Sebuah tubuh yang lembut dan kenyal terlempar ke pelukanku. Dalam kepanikan, kedua tanganku mencengkeram apa saja secara refleks, diiringi suara kain yang robek.
Sesaat kemudian, sesuatu yang sangat empuk terasa penuh dalam genggamanku.
"Sialan! Andi Rahman, apa yang kamu lakukan?!"
Suara makian tajam Julia Hartini menyadarkanku. Ternyata yang sedang kuremas dengan kuat adalah payudaranya yang besar dan montok. Putingnya yang agak keras menekan telapak tanganku.
Samar-samar, aku masih bisa mencium aroma khas dari area dadanya. Namun, saat ini kejantananku sudah layu, tidak lagi tegang seperti sebelumnya karena ketakutan.
Aku tidak sempat menjelaskan. Pesawat berlubang besar di bagian samping. Angin kencang menderu masuk, menghantam wajahku seperti pisau tak kasatmata dan membuat pipiku terasa perih.
Aku melihat dengan mata kepala sendiri, saat seorang rekan kerjaku tersedot keluar pesawat oleh angin. Mataku terbelalak ngeri.
"Wanita sialan! Gathering sialan! Kalau ada kesempatan hidup, aku bersumpah akan memperkosamu sampai puas!" Aku berteriak histeris di telinga Julia Hartini, melampiaskan ketakutan dan emosiku.
Pesawat berguncang makin liar, lubang di badan pesawat makin menganga lebar. Aku tahu, pesawat ini tidak akan selamat. Hidup atau mati, sekarang terserah pada takdir.
Semoga aku beruntung. Pikirku begitu, sambil mengerahkan sisa tenaga terakhirku untuk mencengkeram payudara besar Julia Hartini erat-erat, bahkan meremasnya dengan kasar beberapa kali.
Benda-benda di dalam kabin mulai beterbangan tak tentu arah. Satu tanganku meremas dada Julia, sementara satu lagi mencengkeram sandaran kursi. Suasana panik dan kacau balau. Aku tahu semua ini mungkin sia-sia.
Diiringi jeritan panjang Julia Hartini, kami terlempar keluar dari pesawat yang hancur, jatuh meluncur menuju tempat yang tak diketahui.
Bab Terakhir
#100 Bab [100]: Kekonyolan Julia Hartini
Terakhir Diperbarui: 5/20/2026#99 Bab [99] Pemikiran Julia Hartini
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#98 Bab [98] Olahraga di Dalam Pemandian Air Panas
Terakhir Diperbarui: 5/20/2026#97 Bab [97]: Mandi
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#96 Bab [96] Penemuan Baru
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#95 Bab [95]: Rancu
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#94 Bab [94]: Babi Hutan dan Degupan Hati
Terakhir Diperbarui: 5/20/2026#93 Bab [93] : Memikat
Terakhir Diperbarui: 5/20/2026#92 Bab [92]: Perubahan Qila Nurhayati
Terakhir Diperbarui: 5/20/2026#91 Bab [91] Inti Kelapa Sawit
Terakhir Diperbarui: 5/19/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Bapak Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Pengantin Palsu: Pembantu Manis Menjadi Nyonya Howard
Pembaca yang terhormat, karena beberapa masalah kesehatan, saya perlu memperlambat jadwal pembaruan untuk cerita kesayangan kita untuk sementara waktu. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda yang terus berlanjut!
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Ketika Aku Mencintaimu
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.
Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?
Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.
Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Ayo! Mas Leng!
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"












