Bab [28]: Menebang Bambu

Malam itu lewat begitu saja. Tidur di atas tumpukan rumput kering yang sudah benar‑benar kering, di dalam gua yang sekarang punya pintu penahan angin, bikin waktu aku bangun keesokan paginya, badan rasanya jauh lebih enak daripada hari‑hari sebelumnya.

Bukan cuma aku. Waktu yang lain satu per satu ...

Masuk dan lanjutkan membaca