Bab [34]: Hujan Deras Datang

Aku tertawa terbahak-bahak di dalam lorong tanah sempit itu. Suaraku memantul keluar lewat mulut goa dan sampai ke telinga Luna Wijaya dan yang lain. Mereka menangkap nada girang dalam tawaku, lalu mengira Wahyu Santoso sudah jatuh dan mati.

Wajah mereka satu per satu langsung berbunga-bunga.

Aku ...

Masuk dan lanjutkan membaca