Bab [41]: Selamat Tinggal Wahyu Santoso

Pria itu pucat pasi, bibirnya pecah-pecah, tubuhnya jauh lebih kurus daripada terakhir kali kulihat. Sampai-sampai aku punya kesan, di balik kulitnya seolah cuma tinggal tulang. Dilihat sekilas sudah nggak mirip manusia, lebih mirip tengkorak dari neraka yang cuma diselimuti kulit manusia.

Aku mula...

Masuk dan lanjutkan membaca