Bab [45]: Permintaan Maaf yang Tulus

Aku kali ini memang nggak berani lagi ngeledekin dia. Dia juga bener-bener ngerasain ketulusan dari setiap kata yang aku ucapin. Walaupun masih malu karena lagi kupeluk, dia tetap pelan-pelan buka mulut, bilang dia maafin aku, dan sama tulusnya nerima permintaan maafku.

Aku mengelus rambutnya, lalu...

Masuk dan lanjutkan membaca