Bab [48]: Mencapai Tujuan

Perempuan satu ini, yang dulu pernah meremehkan aku, Andi Rahman, sekarang tiba-tiba manja banget. Bener‑bener nggak tau malu.

Itu yang muter di dalam kepala Luna Wijaya. Walaupun Luna sudah nerima kenyataan kalau aku bakal punya banyak perempuan, rasa cemburu tetap aja nongol sekali dua kali. Ngga...

Masuk dan lanjutkan membaca