Bab [54] Bangkai Helikopter

“Aku harus gimana?”

Luna Wijaya memelukku erat, tubuhnya yang sintal menekan dadaku. Namun, di saat seperti ini, pikiranku sama sekali tidak mengarah ke situ. Yang langsung terbayang justru mayat perwira Jerman yang pernah aku temukan di dalam lubang batu itu.

Mungkin saja helikopter ini dulunya m...

Masuk dan lanjutkan membaca