Bab [67]: Maya Lestari yang Cakap

Udara dalam gua agak pengap. Setelah Maya Lestari melepas pakaiannya, ia mulai melayani “burung”-ku dengan kedua tangannya. Tak lama kemudian, sambil terengah-engah, ia membuka mulutnya dan memasukkan kepala “burung”-ku ke dalam.

“Ssst, nikmat sekali,” gumamku tak tertahan.

Bibir Maya Lestari agak...

Masuk dan lanjutkan membaca