Bab [83]: Jakarta

Dua jam waktu istirahat itu, atas usulan Luna Wijaya, benar‑benar kuhabiskan untuk tidur.

Dia tahu persis, dibanding yang lain akulah yang paling kelelahan. Waktu berjalan menembus hujan badai di pegunungan, aku harus menjaga mereka satu per satu.

Bahkan Shania Kartika saja tidak berani mengeluh. ...

Masuk dan lanjutkan membaca