Terdampar Bersama si Cantik

Terdampar Bersama si Cantik

Budi Santoso · Sedang Diperbarui · 121.6k Kata

1k
Populer
1k
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Namaku Kiven. Aku terdampar di sebuah pulau tak bernama setelah kecelakaan pesawat. Bak pepatah, "Di balik musibah besar, tersembunyi keberuntungan besar."

Dari awal dengan seorang cantik di genggaman dan persediaan di tangan lainnya, saksikan bagaimana aku membangun komunitas yang beragam di pulau tak bernama ini.

Namun, di tengah kelicikan kodrat manusia dan peradaban misterius yang mulai bermunculan, ke mana takdir akan menuntunku?

Bab 1

"Ssst! Aduh ... kenapa seluruh badanku sakit begini?"

Di tengah kesadaranku yang masih remang-remang, rasa sakit yang menusuk tulang membangunkanku dengan paksa.

Seketika, telingaku dipenuhi oleh paduan suara serangga dan kicauan burung yang riuh.

Rerumputan liar yang lembap terus menggelitik kulitku. Saat membuka mata, pemandangan di hadapanku hanyalah semak belukar rimbun yang menutupi langit, tampak seperti lautan hijau di mana-mana.

Dengan susah payah aku mencoba berdiridan baru sadar ternyata aku terbaring di tengah semak-semak setinggi pinggang, dikelilingi oleh hutan lebat yang menjulang tinggi.

"Tunggu, bukannya aku sedang di kapal, menghadiri pernikahan mantan pacarku, Clara Wijaya? Kok, bisa aku terdampar di sini? Jangan-jangan aku mabuk berat dan masih bermimpi?!"

Karena terlalu banyak minum, setelah sadar dari mabuk bukan hanya mulutku yang kering kerontang, kepalaku juga sakit luar biasa. Semua sensasi fisik ini seolah berteriak padaku, memberitahu bahwa ini semua adalah kenyataan.

"Jangan-jangan mantan pacarku dan suaminya itu melihatku mabuk dan diam-diam membuangku ke pulau terpencil, lalu kabur begitu saja? Sialan, jahat sekali mereka berdua!"

Aku lantas merogoh saku. Rokok, korek api, dan ponselku ternyata masih ada. Begitu juga pisau lipat Swiss pemberian Clara Wijaya saat aku ulang tahun dulu.

Kukeluarkan ponsel dan memeriksa tanggal serta waktu. Ternyata, aku sudah tertidur di tempat ini selama sehari penuh.

Yang lebih membuatku putus asa adalah kenyataan bahwa tidak ada satu bar pun sinyal di sini. Menelepon untuk minta tolong pun mustahil.

Sekarang aku semakin yakin, tempatku berpijak ini kemungkinan besar adalah sebuah pulau terpencil di tengah lautan. Aku pernah menonton banyak film dan video tentang bertahan hidup di alam liar, dan semua yang ada di hadapanku ini sangat cocok dengan deskripsi itu.

Meskipun dulu aku sangat mengagumi kehidupan liar yang penuh eksplorasi dan tantangan, saat kesempatan ini benar-benar menimpaku, hatiku justru dipenuhi rasa takut dan putus asa.

Pulau di tengah laut biasanya tidak berpenghuni. Artinya, jika aku tidak bisa menemukan kapal untuk pulang, aku harus menghabiskan sisa hidupku sendirian di pulau ini. Membayangkannya saja sudah membuatku ngeri.

"Arrrggghhhhh!!!"

Karena tidak sanggup menerima kenyataan, aku berteriak sekeras-kerasnya di pulau kecil ini, mencoba melampiaskan semua amarah dalam hati.

Namun, yang tidak kuduga, saat teriakanku menggema di dalam hutan, dari kejauhan seorang wanita balas berteriak, seolah merespons panggilanku.

"Hah? Apa jangan-jangan aku tidak sendirian di pulau ini?"

Aku mengikuti arah suara itu. Setelah menemukan sebatang dahan kayu, aku mulai berjalan dengan hati-hati, lalu memukul-mukul semak di depanku sambil berjinjit ke arah sumber suara wanita itu.

Alasan aku memukul semak di depan adalah karena takut saat sedang asyik berjalan, tiba-tiba muncul ular berbisa dari rerumputan dan menggigitku. Terkena racun di tempat terpencil seperti ini sama saja dengan menunggu kematian.

Setelah berjalan sekitar lima menit, aku melihat seorang wanita berambut lurus panjang hingga ke pinggangnya yang ramping. Dia mengenakan gaun malam berwarna merah, sedang duduk di antara semak belukar, tak lebih dari belasan meter dariku.

Wanita itu mendengar suara pukulanku pada semak-semak, dan dia pun menoleh ke arahku.

Matanya dalam dan cemerlang, sepasang alisnya membentuk bingkai yang sempurna, memancarkan pesona yang menawan. Hidungnya yang mancung dan bibirnya yang merah muda melengkapi fitur wajahnya yang sempurna. Dia benar-benar seorang wanita yang sangat cantik.

Meskipun aku tidak langsung mengenalinya, gaun yang dia kenakan sangat familier bagiku. Dan sesaat sebelum aku pingsan karena mabuk, aku seperti samar-samar mendengar banyak teriakan minta tolong.

Menggabungkan potongan ingatan itu dengan kondisi wanita di hadapanku, aku sampai pada sebuah kesimpulan yang mengerikan, yaitu saat aku mabuk, kemungkinan besar terjadi kecelakaan kapal. Mengenai kenapa kami tidak terdampar di pantai, mungkin wanita di depanku ini tahu jawabannya.

Saat aku terus menatap wajahnya yang terasa semakin akrab, tiba-tiba, aku menepuk dahiku. Aku ingat siapa wanita cantik ini.

Luna Mertawan, teman kuliah mantan pacarku Clara Wijaya, dan salah satu pengiring pengantin di pernikahan Clara.

Dulu waktu kuliah, aku pernah sekali ikut makan malam bersama Clara dan teman-temannya. Di meja makan itulah aku pernah bertemu dengannya. Alasan aku masih mengingatnya sampai sekarang adalah karena saat itu, di seluruh meja hanya dia yang paling cantik. Aku bahkan sampai beberapa kali memperhatikannya. Benar kata orang, orang cantik memang punya daya tarik tersendiri.

Kecelakaan kapal, pulau terpencil, hutan, seorang wanita cantik, dan aku.

'Apakah ini berkah dari Tuhan? Dia tidak ingin aku kesepian sampai mati di tempat ini? Makanya Dia mengirim wanita secantik ini untuk menemaniku.'

Memandangi wajah Luna Mertawan yang indah dan tubuhnya yang sintal, membayangkan hanya kami berdua di tempat ini ... sepertinya bukan hal yang buruk juga.

Pikiranku mulai melayang, membayangkan masa depanku bersama Luna Mertawan, menikah, punya anak, dan membangun keluarga di pulau ini.

"Dasar mesum! Mau sampai kapan kamu menatapku seperti itu?" Melihatku yang terus menatapnya, Luna Mertawan sontak memeluk dadanya, menatapku dengan ekspresi ketakutan.

Seketika, suaranya menarikku kembali ke dunia nyata. Melihat ekspresi Luna yang seolah takut aku akan menerkamnya kapan saja, aku hanya bisa menertawakan diriku sendiri. Bagaimanapun, pikiran kotor itu memang baru saja terlintas di benakku.

'Astaga, ada apa denganku belakangan ini? Kenapa pikiran seperti itu bisa muncul? Seingatku, aku tidak seperti ini dulu.'

Padahal kami sekarang berada di pulau terpencil. Seharusnya aku memikirkan cara bertahan hidup di hutan belantara ini dan mencari jalan pulang, bukan malah memikirkan urusan ranjang antara pria dan wanita.

Dibandingkan menghabiskan sisa hidupku bersama Luna di pulau ini, aku lebih ingin kembali ke kota asalku. Masih ada Ayah dan Ibu yang mencintaiku dan menungguku di rumah. Aku harus pulang.

Setelah menetapkan tujuanku, aku menatap Luna Mertawan di hadapanku. Mau tidak mau, sepertinya aku dan wanita cantik ini harus hidup bersama untuk beberapa waktu ke depan, mencari jalan pulang bersama.

Aku akan menyapanya dulu untuk berkenalan, sekaligus menanyakan apa yang terjadi kemarin.

Namun siapa sangka, saat aku melangkah mendekatinya, Luna justru menjerit dengan suara melengking yang menggema di seluruh hutan.

"Aaaaaahhhhh ...!"

'Apa aku semenakutkan itu? Aku ini orang baik, lho,' gumamku dalam hati. Melihat Luna begitu menolakku, aku jadi meragukan penampilanku sendiri. Apa wajahku memang terlihat seperti penjahat?

"Ular! Ada ular besar sekali! Aku digigit! Aku akan mati! Hiks ... hiks ... hiks ...."

Mendengar Luna berkata dia digigit ular, aku menahan rasa sakit di sekujur tubuhku dan segera berlari ke dekatnya. Aku melihat wajahnya pucat pasi karena ketakutan, tangannya tanpa henti memukul-mukul area sekitarnya dengan sebatang dahan kering. Aku tidak langsung mendekat untuk memeriksa lukanya.

Aku memang mengenalnya, tetapi dia belum tentu mengenalku. Untuk memeriksa lukanya, perlu ada kontak fisik. Dengan kondisinya yang panik seperti sekarang, jika aku mendekat, aku bisa ikut diserang tanpa pandang bulu. Aku tidak mau kena getahnya.

Aku menatapnya dan berkata dengan tenang, "Luna Mertawan, kalau kamu memang mau mati, terus saja bergerak seperti itu."

Luna yang sudah pucat pasi karena ketakutan, mendengar aku memanggil namanya. Dia sontak membuka matanya yang berkaca-kaca, menghentikan gerakannya yang membabi buta, lalu mulai terisak sambil bertanya dengan heran, "Kamu ... kenal aku?"

"Apa itu penting sekarang? Kamu digigit di bagian mana? Cepat biarkan aku lihat." Melihat Luna sudah tidak menyerang dengan membabi buta, aku mulai bertanya kepadanya.

Mendengar pertanyaanku, Luna perlahan menggeser kaki kirinya. Di pergelangan kakinya, sebilah kain entah dari mana mengikat beberapa potong kayu. Lalu sedikit ke atas, aku melihat dua titik merah kecil di betisnya. Area di sekitar luka itu bengkak dan samar-samar berwarna biru kehitaman.

"Benar, kamu keracunan. Coba tenangkan dirimu dulu. Ikatan kayu ini menghalangi lukanya, jadi harus dilepas sementara. Aku akan segera mengeluarkan darah beracunnya. Nanti akan sedikit sakit, kamu harus tahan, ya?"

Mendengar kata-kataku, semburat merah tipis tiba-tiba muncul di pipi Luna. Matanya terus menghindar, tetapi tidak lama kemudian, seolah sudah mengambil keputusan, dia menundukkan kepala dan menjawab dengan suara pelan, "Iya."

Melihat ekspresi Luna, aku tiba-tiba merasa sedikit aneh. Hanya mengeluarkan darah beracun, kenapa harus merasa malu?

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Kecintaan Satu Malam

Kecintaan Satu Malam

745 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Sebelum menikah.
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

2k Dilihat · Selesai · I S M I
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi.
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Ayo! Mas Leng!

Ayo! Mas Leng!

591 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia adalah "ayah baptis elektronik" paling terkenal di dunia, dia adalah seorang psikolog yang tidak diheralkan.
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

40.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Putri Sang Kesatria

Putri Sang Kesatria

5.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Rangga Wijaya
Dengan hati penuh harap, ia menanti di rumah selama tiga tahun yang panjang. Namun, kabar yang diterimanya justru kemenangan sang pahlawan dan pernikahannya dengan wanita lain.

Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.

Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.

Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.

PUTRI SANG KESATRIA
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

8.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Flavour Its Yours

Flavour Its Yours

1.3k Dilihat · Selesai · Susan adaline
Perjodohan tak terduga harus dialami oleh Anna. Gadis itu bersedia untuk menikahi cinta pertamanya karena keinginan sang Kakek. . Namun sayangnya, Sean tidak bisa membuka hati untuk siapapun, termasuk Anna. Pernikahan yang mereka jalani hanya Anna lah yang memberikan seluruh hatinya kepada Sean. Meskipun Sean merupakan CEO kaya, muda dan tampan, namun itu tidak membuat Anna bahagia. Gadis itu hanya ingin bisa dicintai oleh suaminya dengan sepenuh hati.
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Boneka Iblis

Boneka Iblis

12.5k Dilihat · Selesai · Williane Kassia
Aku menambahkan satu jari lagi, merasakan ketegangannya meningkat saat jariku menjelajahi setiap inci vaginanya.

"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.

"Ahh!"

Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.


Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.

Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.

Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.

"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.5k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.