Bab [25] Keracunan

Aku benar-benar terperanjat saat melihat Adi Lestari.

Seketika, rasa sakit yang menusuk menjalar dari pinggangku. Saking sakitnya, aku sampai menarik napas dalam-dalam, menahan diri sekuat tenaga agar tidak berteriak.

“Nggak nyangka, ya, Arya Wijaya.”

Adi Lestari menatapku dengan sorot mata penuh...

Masuk dan lanjutkan membaca