Bab [33] Malam Manis

Malam hampir tiba.

Kucekarkan pandangan ke langit luar, lalu menyusup ke dalam tenda yang kubangun sebelumnya.

Persediaan dari kapal pesiar itu sangat meningkatkan kondisi hidupku dan Luna Mertawi.

Melihatku masuk, wajah cantik Luna dipenuhi semburat merah, suaranya lirih seperti benang: "Si Hita...

Masuk dan lanjutkan membaca