Bab [4] Permintaan Maaf

Mendengar ledekanku, wajah Luna Mertawan kembali memerah.

Karena malu, kakinya terasa semakin lemas, alhasil sebagian besar berat badannya kembali bertumpu padaku.

Akibatnya, tanganku yang nakal ini tanpa sengaja menyentuh lagi puncak dadanya yang padat berisi.

“Kamu… waktu kamu menyedot racun un...

Masuk dan lanjutkan membaca