Bab [77] Membiarkanmu Mati dengan Jelas

Darah dari bilah pisau itu, terpengaruh oleh gravitasi, mengumpul di ujungnya, lalu menetes satu per satu ke tanah, tepat di bawah kakiku.

Ini... darah Si Hitam.

Aku menoleh, sebersit kesedihan melintas di mataku saat memandang Si Hitam yang napasnya kian melemah. "Gita Wijaya, kenapa?" tanyaku.

...

Masuk dan lanjutkan membaca