Bab [90] Pembuatan Kapal

Di dalam tenda, melihat Luna Mertawan terbaring tak bergerak, hatiku dipenuhi rasa bersalah.

“Kamu sudah membereskan Clara Wijaya…”

Luna Mertawan hanya memakan buah yang efeknya mirip seperti obat pelemas tulang, tapi pendengarannya sama sekali tidak terpengaruh.

Dia mendengar semua keributan yan...

Masuk dan lanjutkan membaca