Wajah Ganda Sang Menantu

Wajah Ganda Sang Menantu

Yuni Astuti · Sedang Diperbarui · 171.8k Kata

251
Populer
251
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Semua orang memandang rendah dirinya, namun tak seorang pun tahu bahwa identitas aslinya adalah putra tertua dari keluarga paling puncak. Setelah ia menerima warisan kedudukannya, mereka yang pernah meremehkannya akhirnya berlutut dengan gemetar di hadapannya, dan dengan penuh hormat memanggilnya, "Tuan Muda!"

Bab 1

Di sebuah vila mewah milik keluarga Trisna di Bandung, pohon Natal menghiasi setiap sudut, baik di dalam maupun di luar rumah.

Hari ini adalah Hari Natal.

"Nenek, selamat Natal. Ini salib yang sudah diberkati oleh pemuka agama, saya beli khusus untuk Nenek. Harganya 600 juta rupiah. Semoga di bawah lindungan Tuhan, Nenek selalu sehat dan terhindar dari penyakit!"

"Nenek, selamat Natal. Ini cucu bawakan anggur Lafite tahun '82..."

Nyonya Besar Trisna memandangi hadiah-hadiah di hadapannya, senyum tak pernah lepas dari wajahnya.

Tepat pada saat itu, Rian Pratama, menantu laki-laki tertua Nyonya Besar Trisna, angkat bicara. "Nenek, saya dengar Nenek mendirikan sebuah yayasan. Bisakah Nenek memberikan saya satu alokasi dana khusus? Panti asuhan tempat saya dibesarkan dulu digusur paksa. Ibu direkturnya syok sampai pendarahan otak dan sekarang dirawat di rumah sakit. Kami sangat butuh dana untuk menampung anak-anak panti dan membiayai pengobatan beliau."

Suasana hangat dan ceria di keluarga Trisna seketika membeku.

Semua mata serentak tertuju pada Rian Pratama.

Menantu tertua ini benar-benar keterlaluan!

Di hari sebahagia Natal, bukannya memberi hadiah untuk Nenek, dia malah berani-beraninya meminta uang untuk orang lain!

Rian Pratama dibawa ke keluarga ini dua tahun lalu oleh almarhum Kakek Trisna. Tanpa memedulikan pertentangan keluarga, sang kakek bersikeras menikahkan cucu perempuan tertuanya dengan Rian. Saat itu, Rian miskin papa, bahkan lebih melarat dari pengemis di jalanan.

Namun, karena desakan Kakek Trisna, mereka berdua akhirnya menikah.

Sayangnya, belum genap setahun pernikahan mereka, Kakek Trisna meninggal dunia.

Sejak hari itu, keluarga Trisna selalu mencari cara untuk mengusir Rian Pratama.

Akan tetapi, Rian memiliki watak yang sabar. Bahkan ketika diprovokasi dan dihina terang-terangan, ia tetap tidak bergeming.

Hari ini, ia terpaksa meminta jatah dana yayasan karena sudah tidak ada pilihan lain.

Ibu Mulyani, direktur panti asuhan yang pernah menyelamatkan hidupnya, kini terbaring sakit karena pendarahan otak setelah panti asuhannya digusur. Untuk menampung anak-anak yatim piatu itu setidaknya butuh ratusan juta rupiah, belum lagi biaya pengobatan Ibu Mulyani yang sangat tinggi. Dari mana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu?

Karena putus asa, ia hanya bisa menggantungkan harapan pada yayasan milik Nyonya Besar Trisna.

Ia berpikir, hari ini adalah Natal, semua orang pasti sedang dalam suasana hati yang baik.

Jika ia bicara sekarang, mungkin ia akan mendapatkan bantuan.

Namun, di luar dugaan, senyum di wajah Nyonya Besar Trisna langsung kaku dan raut mukanya berubah muram.

Wanita tua itu membanting tongkatnya ke lantai dengan keras seraya berdiri. "Dasar tidak tahu malu! Kenapa harus membahas hal seperti ini di hari yang baik!"

Istri Rian, Lia Trisna, segera maju untuk menenangkan.

"Nenek, Rian hanya panik ingin menolong. Mohon jangan diambil hati, Nek!"

Selesai berkata, Lia mencoba menarik Rian menjauh.

Saat itu, Linda Trisna, sepupu Lia, nyeletuk dengan nada menghina, "Kak Lia, lihat dong suamimu itu siapa! Aku dan Samuel saja yang belum menikah sudah memberi Nenek hadiah salib. Suamimu itu, datang dengan tangan kosong saja sudah untung, masih berani minta bantuan Nenek!"

"Betul itu. Rian, kita ini sama-sama menantu di keluarga Trisna, dan kamu itu menantu tertua. Kalau tidak bisa jadi contoh, setidaknya jangan memalukan seperti ini!"

Yang berbicara adalah tunangan Linda, Tuan Muda dari keluarga Rahman, Samuel Rahman.

Meskipun Samuel akan menikahi Linda tahun depan, hatinya masih selalu mendambakan kecantikan Lia Trisna yang luar biasa. Bagaimanapun, meski sama-sama cucu perempuan keluarga Trisna, perbedaan di antara mereka terlalu jauh.

Lia Trisna adalah dewi impian bagi banyak pria di Bandung. Melihat sang dewi menikah dengan pria tak berguna seperti Rian, hati Samuel terasa sangat kesal.

"Kalau aku jadi kamu, sudah tidak akan tahan lagi tinggal di sini. Benar-benar seperti sampah!"

"Bagaimana bisa keluarga Trisna punya menantu seperti ini? Memalukan sekali!"

"Aku rasa dia sengaja cari gara-gara, merusak suasana hati semua orang biar kita tidak bisa menikmati Natal dengan gembira!"

Mendengar seluruh keluarga Trisna menyalahkannya, Rian mengepalkan tangannya erat-erat.

Jika bukan demi menyelamatkan nyawa orang yang telah berjasa padanya, ia tidak akan pernah membuka mulut dan tidak akan sudi bertahan di sini!

Tetapi, begitu teringat bahwa orang itu adalah Ibu Mulyani yang telah menyelamatkan hidupnya, ia menahan diri.

Sambil menekan rasa malunya, Rian menatap Nyonya Besar Trisna dengan tatapan memohon.

"Nenek, Nenek kan orang yang taat pada Tuhan, setiap tahun juga rajin beramal. Anggap saja kali ini Nenek berbuat baik..."

Mendengar itu, seseorang tertawa sinis.

"Rian, jangan memutarbalikkan fakta! Apa urusannya penolongmu dengan Nenek? Bukannya berusaha cari uang sendiri, malah datang minta ke Nenek. Sudah numpang hidup, masih tidak tahu diri!"

Yang berbicara adalah Leon Trisna, kakak laki-laki Linda.

Mereka berdua memang sudah lama tidak menyukai Lia Trisna. Namun, karena Lia selalu sempurna dalam segala hal dan sulit dicari kesalahannya, mereka hanya bisa melampiaskannya pada Rian.

Raut wajah Lia menjadi sedikit canggung.

"Nenek, ayah Rian meninggal saat dia berumur sepuluh tahun. Kalau bukan karena Ibu Mulyani dari panti asuhan, mungkin dia tidak akan hidup sampai sekarang. Ini menunjukkan kalau dia orang yang tahu balas budi. Bagaimana kalau Nenek membantunya kali ini?"

Mendengar itu, wajah Nyonya Besar Trisna semakin gelap.

"Aku tidak bilang tidak mau membantunya. Boleh saja, asalkan kalian berdua bercerai, dan kamu menikah dengan Mas Bima! Kalau kalian mau menuruti syaratku, aku akan langsung telepon yayasan untuk mencairkan dana 1 miliar rupiah!"

Mas Bima yang dimaksud Nyonya Besar Trisna adalah Bima Setiawan, pria yang mengejar Lia sejak zaman kuliah. Keluarga Setiawan adalah salah satu keluarga paling terpandang di Bandung, beberapa tingkat di atas keluarga Trisna.

Nyonya Besar Trisna sudah lama ingin menjalin hubungan dengan mereka, tapi tidak pernah ada kesempatan. Sekarang, ini adalah momen yang pas baginya!

Tiba-tiba, kepala pelayan berlari masuk dengan napas terengah-engah dan mengumumkan dengan suara lantang.

"Mas Bima Setiawan, untuk merayakan Natal, secara khusus mengirimkan hadiah untuk Nyonya Besar berupa satu set terumbu karang merah kualitas terbaik, senilai 4 miliar rupiah!"

Nyonya Besar Trisna sangat gembira dan tanpa sadar berkata, "Cepat bawa ke sini, aku mau lihat!"

Kepala pelayan segera membawa masuk satu set terumbu karang yang masih utuh dan indah.

Warna merahnya yang menyala begitu memikat mata.

Konon, terumbu karang adalah lambang keberuntungan.

Saat ini, Samuel Rahman yang tadi memberikan hadiah salib merasa sedikit kehilangan muka melihat hadiah terumbu karang yang begitu mahal.

Ia tidak menyangka Bima Setiawan, yang bahkan tidak punya hubungan keluarga dengan keluarga Trisna, rela memberikan hadiah semahal itu untuk Natal.

Nyonya Besar Trisna mengitari terumbu karang itu beberapa kali dengan wajah berseri-seri. "Hadiah dari Mas Bima ini benar-benar menyentuh hatiku. Sayang sekali aku tidak punya keberuntungan untuk menjadikannya sebagai cucu menantuku!"

Sambil berkata, tatapannya jatuh pada Rian Pratama.

"Bagaimana? Mau mempertimbangkan syaratku? Kesempatan tidak datang dua kali, lho!"

Sebelum Rian sempat menjawab, Lia dengan tegas menolak.

"Nenek, aku tidak akan setuju bercerai dengan Rian untuk menikah lagi dengan Bima Setiawan!"

Mendengar ucapan cucunya, wajah Nyonya Besar Trisna langsung sehitam dasar panci, matanya berkilat penuh amarah.

"Aku ini sedang menyelamatkanmu dari penderitaan, tapi kamu malah keras kepala, mau-maunya terikat pada pohon yang sudah mau tumbang ini!"

Sampai di situ, Nyonya Besar Trisna tiba-tiba murka, "Apa kalian semua ini hanya makan gaji buta? Cepat usir si tidak berguna yang bikin kesal ini keluar!"

Mendengar itu, Rian Pratama seketika merasa sangat kecewa pada keluarga Trisna. Ia sudah tidak punya keinginan lagi untuk tinggal di sana.

Maka, ia berinisiatif berkata pada Lia Trisna, "Lia, aku ke rumah sakit dulu untuk melihat Ibu Mulyani."

Lia Trisna segera menyahut, "Aku ikut denganmu. Dua kepala lebih baik daripada satu, mungkin kita bisa menemukan jalan keluar!"

Siapa sangka, sebelum Lia sempat melangkah, Nyonya Besar Trisna membentak dengan marah, "Lia Trisna, kalau hari ini kamu berani meninggalkan rumah ini, aku anggap aku tidak punya cucu sepertimu! Kalau kamu memang suka si tidak berguna ini, bawa saja ayah dan ibumu pergi bersamanya, keluar dari keluarga Trisna!"

Lia tertegun. Ia sama sekali tidak menyangka Neneknya akan bertindak sejauh ini.

Seketika, Lia menggigit bibirnya, matanya dipenuhi keraguan.

Rian melihat keraguan di mata Lia dan segera berkata, "Aku bisa pergi sendiri. Hari ini Natal, kamu di rumah saja!"

Tanpa memberi Lia kesempatan untuk menjawab, Rian langsung meninggalkan kediaman keluarga Trisna.

Saat ia hampir mencapai gerbang utama, ia mendengar suara tawa mengejek Leon Trisna yang sama sekali tidak ditahan-tahan dari belakang.

"Kakak ipar, di hari Natal begini, semua toko di luar tutup. Kamu keluar dari rumah ini mungkin tidak akan menemukan tempat makan. Biar kamu tidak mati kelaparan, ini aku masih punya sepotong roti. Ambil saja buat ganjal perut!"

Selesai bicara, entah dari mana Leon mengambil sepotong roti yang sudah lecek dan melemparkannya tepat ke kaki Rian.

Seketika, tawa mengejek meledak di dalam rumah.

Rian tidak menoleh ke belakang. Ia hanya menggertakkan giginya dan melangkah keluar dari gerbang keluarga Trisna, langsung menuju rumah sakit.

Karena tidak berhasil mendapatkan dana, satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah memohon pada pihak rumah sakit untuk memberinya kelonggaran waktu.

Namun, saat ia bertanya pada perawat, ia justru diberi tahu bahwa Ibu Mulyani sudah tidak lagi dirawat di rumah sakit itu. Beliau telah dipindahkan semalam ke rumah sakit yang lebih canggih.

Rian terdiam membeku.

"Apa karena kondisinya memburuk? Berapa biaya yang dibutuhkan? Bisakah diberi kelonggaran beberapa hari?"

Perawat itu menggelengkan kepala. "Ini tagihan biaya dari rumah sakit sana. Anda sudah membayar uang muka sebesar 600 juta rupiah, tapi masih butuh sekitar 2 miliar rupiah lagi. Semuanya harus dilunasi sebelum operasi!"

Mendengar itu, Rian sedikit mengernyitkan dahi.

"Uang muka 600 juta rupiah itu dari mana?"

Perawat itu menggelengkan kepala dengan ekspresi bingung.

Rian sendiri merasa sangat heran. Ia mengeluarkan ponselnya, hendak menelepon Lia untuk bertanya, ketika ia menyadari seorang pria berusia sekitar lima puluhan, mengenakan setelan jas hitam, berdiri di belakangnya.

Melihat Rian, pria itu membungkuk hormat sembilan puluh derajat dan berkata, "Tuan Muda, bagaimana kabar Anda selama ini?"

Rian menatapnya, ekspresi paniknya seketika berubah dingin. "Chandra Pratama?"

Pria itu tampak sedikit terkejut. "Tidak kusangka, Tuan Muda masih mengingat nama saya!"

Mendengar itu, raut wajah Rian menjadi semakin suram.

Nama itu tidak akan pernah ia lupakan.

"Tentu saja aku ingat! Aku juga ingat lima belas tahun yang lalu, karena kamu, Chandra Pratama, dan orang-orangmu, orang tuaku terpaksa membawaku kabur dari Jakarta. Mereka bahkan meninggal di perjalanan, dan aku berakhir di panti asuhan!"

Sampai di situ, Rian menggertakkan giginya. "Sekarang kalian merasa aku masih hidup dan ingin datang untuk menghabisiku sampai tuntas?"

Mendengar tuduhan itu, wajah Chandra Pratama menjadi pucat, matanya dipenuhi penderitaan.

"Tuan Muda, dulu saat mendengar kabar Pewaris meninggal, Tuan Besar langsung jatuh sakit. Sekarang beliau akhirnya sadar dan terus mencari keberadaan Anda. Akhirnya saya menemukan Anda. Kumohon, ikutlah saya pulang untuk bertemu Tuan Besar!"

Rian tertawa sinis.

"Aku tidak akan pernah mau bertemu dengan musuhku!"

"Tuan Muda, ada alasan lain di balik kejadian itu. Anda tidak seharusnya menyalahkan Tuan Besar!"

Mendengar itu, ekspresi Rian menjadi semakin meremehkan.

"Aku tidak menyalahkannya. Aku hanya membencinya!"

Melihat tatapan penuh kebencian Rian, Chandra Pratama hanya bisa menggelengkan kepala pasrah.

"Sebenarnya, saat kami datang mencari Anda, Tuan Besar sudah menduga Anda pasti tidak akan mau kembali!"

Rian berkata dingin, "Sepertinya dia belum lupa dengan semua perbuatan brengsek yang telah dilakukannya!"

Chandra tidak melanjutkan topik itu. Ia dengan khidmat mengeluarkan sebuah kartu bank berlogo naga emas dari sakunya.

"Ini Kartu Ultimate Naga Hitam, tanpa kata sandi. Anda bisa menggunakannya sesuka hati!"

Sambil berbicara, ia menyerahkan kartu yang jumlahnya tidak lebih dari tiga di seluruh negeri itu dengan hormat ke hadapan Rian.

Rian bahkan tidak meliriknya sama sekali dan berkata dingin, "Aku tidak butuh barang-barangnya!"

Menghadapi penolakan Rian, Chandra tidak memaksa, melainkan mengalihkan pembicaraan.

"Saya dengar saat Tuan Muda menjadi yatim piatu, Ibu Mulyani dari panti asuhan yang menampung Anda. Sekarang beliau butuh biaya operasi sebesar 2 miliar. Jika tidak segera dioperasi, beliau mungkin tidak akan punya banyak waktu lagi. Selain itu, anak-anak di panti juga butuh tempat tinggal. Mereka sudah tidak punya orang tua, jika panti asuhan juga tidak ada..."

Mendengar itu, kelopak mata Rian berkedut.

Ia sudah merasa aneh, kenapa Ibu Mulyani tiba-tiba dipindahkan ke rumah sakit lain.

Ternyata ini semua ulah mereka!

"Kalian sengaja mengatur semua ini untuk memaksaku tunduk?"

Chandra segera menundukkan kepalanya dengan hormat.

"Kami tidak berani mempermainkan Tuan Muda! Kami hanya datang untuk membantu meringankan beban Tuan Muda."

Mendengar kata-katanya, sambil membayangkan wajah Ibu Mulyani yang penuh penderitaan, Rian menjadi ragu.

"Berapa batas limit kartu ini?"

Mendengar pertanyaan itu, Chandra tahu Tuan Mudanya sudah mulai luluh. Ia segera menjawab.

"Tuan Besar berkata, kartu ini memiliki batas pemakaian bulanan hingga ratusan triliun!"

Satu kartu dengan batas pemakaian bulanan mencapai ratusan triliun?

Rian terperangah.

Meskipun sejak kecil ia tahu kakeknya sangat kaya, saat itu ia sama sekali tidak punya konsep tentang uang. Ia hanya tahu bahwa keluarga Pratama adalah salah satu keluarga papan atas di Jakarta, bahkan di seluruh negeri.

Tapi berapa persisnya total aset mereka, ia sama sekali tidak tahu.

Namun, melihat Kartu Ultimate Naga Hitam dengan batas pemakaian bulanan ratusan triliun di hadapannya, ia akhirnya mengerti.

Kekayaan keluarga Pratama setidaknya seratus kali lipat dari angka itu, atau bahkan lebih. Perkiraan konservatifnya saja sudah melebihi ribuan triliun!

Chandra mengira Rian masih bimbang, ia pun buru-buru menjelaskan.

"Tuan Muda, Anda adalah bagian dari keluarga Pratama. Uang ini pada dasarnya adalah milik ayah Anda, dan sekarang hanya dialihkan kepada Anda sebagai ahli warisnya!"

"Tuan Besar berkata, jika Anda bersedia kembali ke keluarga Pratama, seluruh aset dan industri keluarga akan diwariskan kepada Anda seorang. Jika Anda tidak bersedia, anggap saja uang ini sebagai biaya hidup untuk Anda!"

Sampai di situ, Chandra menambahkan satu kalimat lagi.

"Oh ya, sebelum saya datang, Tuan Besar sudah mengatur akuisisi penuh Grup Bangsa Perkasa, perusahaan nomor satu di Bandung, dengan dana sebesar 16 triliun. Saat ini, perusahaan tersebut sudah dialihkan atas nama Anda. Anda bisa datang ke Grup Bangsa Perkasa kapan saja untuk serah terima!"

Mendengar itu, Rian benar-benar tercengang.

Tindakan keluarga Pratama ini bukan main-main.

Kartu Ultimate Naga Hitam dengan batas pemakaian bulanan ratusan triliun, ditambah lagi perusahaan raksasa di Bandung, Grup Bangsa Perkasa!

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Jatuh Cinta pada Teman Ayah

Jatuh Cinta pada Teman Ayah

242.2k Dilihat · Selesai · Esliee I. Wisdon 🌶
Aku mengerang, membungkukkan tubuhku di atasnya, menyandarkan dahiku di bahunya.
"Tunggangi aku, Angel." Dia memerintah, terengah-engah, membimbing pinggulku.
"Masukkan ke dalam, tolong..." Aku memohon, menggigit bahunya, mencoba mengendalikan sensasi nikmat yang menguasai tubuhku lebih intens daripada orgasme yang pernah kurasakan sendiri. Dia hanya menggesekkan kemaluannya padaku, dan sensasinya lebih baik daripada yang bisa kuberikan sendiri.
"Diam." Dia berkata serak, menekan jarinya lebih keras ke pinggulku, membimbing cara aku menunggangi pangkuannya dengan cepat, meluncurkan pintu masuk basahku dan membuat klitorisku bergesekan dengan ereksinya.
"Hah, Julian..." Namanya keluar dengan erangan keras, dan dia mengangkat pinggulku dengan sangat mudah dan menarikku turun lagi, membuat suara hampa yang membuatku menggigit bibir. Aku bisa merasakan bagaimana ujung kemaluannya bertemu dengan pintu masukku dengan berbahaya...

Angelee memutuskan untuk membebaskan dirinya dan melakukan apa pun yang dia inginkan, termasuk kehilangan keperawanannya setelah memergoki pacarnya selama empat tahun tidur dengan sahabatnya di apartemennya. Tapi siapa yang bisa menjadi pilihan terbaik, jika bukan sahabat terbaik ayahnya, seorang pria sukses dan bujangan yang terkenal?

Julian terbiasa dengan hubungan singkat dan one-night stand. Lebih dari itu, dia tidak pernah berkomitmen pada siapa pun, atau hatinya dimenangkan. Dan itu akan membuatnya menjadi kandidat terbaik... jika dia bersedia menerima permintaan Angelee. Namun, dia bertekad untuk meyakinkannya, bahkan jika itu berarti menggoda dan mengacaukan pikirannya sepenuhnya. ... "Angelee?" Dia menatapku bingung, mungkin ekspresiku juga bingung. Tapi aku hanya membuka bibir, berkata perlahan, "Julian, aku mau kamu bercinta denganku."
Rating: 18+
Bercinta dengan Ayah Sahabatku

Bercinta dengan Ayah Sahabatku

49.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Ayuk Simon
CATATAN TENTANG ISI

BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL. ISINYA DEWASA KARENA DIBERIKAN RATING 18+. BUKU-BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT KAMU MENCARI VIBRATOR DAN MENINGGALKAN CELANA DALAMMU BASAH. Nikmati, cewek-cewek, dan jangan lupa untuk berkomentar.

XoXo

Dia menginginkan keperawananku.
Dia ingin memiliki diriku.
Aku hanya ingin menjadi miliknya.

Tapi aku tahu ini lebih dari sekadar membayar hutang. Ini tentang dia yang ingin memiliki diriku, bukan hanya tubuhku, tapi setiap bagian dari siapa diriku.
Dan yang paling gila dari semuanya adalah kenyataan bahwa aku ingin memberikan segalanya padanya.

Aku ingin menjadi miliknya.
7 Malam dengan Tuan Black

7 Malam dengan Tuan Black

57.2k Dilihat · Selesai · ALMOST PSYCHO
PERINGATAN: Buku ini mengandung adegan seks eksplisit yang sangat detail... sekitar 10-12 bab. Tidak cocok untuk pembaca muda!

"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.

"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.

"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."

Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.

"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."

Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................

Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.

Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.

🔻KONTEN DEWASA🔻
Tuan Ryan

Tuan Ryan

129.1k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Kesempatan Kedua Miliarder: Merebut Kembali Hatinya

Kesempatan Kedua Miliarder: Merebut Kembali Hatinya

9.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Sarah
Dulu aku percaya bahwa aku adalah wanita paling bahagia di dunia. Suamiku bukan hanya tampan dan kaya, tapi juga lembut dan penuh perhatian. Selama tiga tahun setelah pernikahan kami, dia memperlakukanku seperti seorang putri.

Namun, semuanya berubah pada hari aku melihat suamiku yang biasanya tenang dan pendiam, menyudutkan "saudara perempuannya" ke dinding, dengan marah menuntut, "Kamu memilih menikah dengan pria lain waktu itu. Apa hakmu untuk meminta apa pun dariku?!"

Saat itulah aku menyadari betapa dalamnya dia bisa mencintai seseorang—cukup untuk membuatnya menjadi gila.

Menyadari posisiku, aku diam-diam menceraikannya dan menghilang dari hidupnya.

Semua orang berkata bahwa Christopher Valence telah kehilangan akal sehatnya, putus asa mencari mantan istrinya yang tampaknya tidak berarti. Tidak ada yang tahu bahwa ketika dia melihat Hope Royston di lengan pria lain, rasanya seperti ada lubang yang tercabik di hatinya, membuatnya berharap bisa membunuh dirinya di masa lalu.

"Hope, tolong kembali padaku."

Dengan mata merah, Christopher berlutut di tanah, memohon dengan rendah hati. Hope akhirnya menyadari bahwa semua rumor itu benar.

Dia benar-benar sudah gila.

(Aku sangat merekomendasikan sebuah buku yang sangat menarik hingga aku tidak bisa berhenti membacanya selama tiga hari tiga malam. Buku ini sangat mengasyikkan dan wajib dibaca. Judul bukunya adalah "Cerai Mudah, Rujuk Sulit". Kamu bisa menemukannya dengan mencarinya di kolom pencarian.)
Obsesi Terpelintir

Obsesi Terpelintir

4.6k Dilihat · Selesai · adannaanitaedu
"Kalau kamu ada di dekatku, aku cuma bisa mikirin buat nyentuh kamu. Nyicipin kamu. Ngewe kamu. Kamu ada di mimpi tergelap dan terkotor aku, Amelia."

"Kita punya aturan, dan aku-"

"Aku nggak peduli sama aturan. Kamu nggak tahu seberapa pengen aku ngewe kamu sampai kamu teriak kesenengan."

✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿

Damian nggak percaya sama cinta, tapi dia butuh istri buat ngambil warisan yang ditinggalin pamannya. Amelia pengen balas dendam ke Noah, mantan suaminya yang selingkuh, dan apa cara yang lebih baik daripada nikah kontrak sama musuh bebuyutannya? Ada dua aturan dalam pernikahan pura-pura mereka: nggak boleh ada hubungan emosional atau seksual, dan mereka akan berpisah setelah kesepakatan selesai. Tapi ketertarikan mereka satu sama lain lebih dari yang mereka perkirakan. Ketika perasaan mulai jadi nyata, pasangan ini nggak bisa berhenti menyentuh satu sama lain, dan Noah ingin Amelia kembali, apakah Damian akan membiarkannya pergi? Atau dia akan berjuang untuk apa yang dia anggap miliknya?
Tuan Forbes

Tuan Forbes

15.8k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

6.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Rangga Wijaya
Namaku Kevin. Di usia tiga puluh tahun, aku dikaruniai seorang istri yang baik, cantik, dan memesona, terkenal dengan tubuhnya yang menakjubkan, serta keluarga yang bahagia. Penyesalan terbesarku berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang merusak ginjalku dan membuatku menjadi impoten. Meskipun berada di dekat istriku yang menggairahkan dan penuh hasrat, aku merasa tidak mampu mencapai ereksi.

Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.

Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Gadis Baik Mafia

Gadis Baik Mafia

7.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aflyingwhale
"Sebelum kita mulai urusan kita, ada beberapa dokumen yang perlu kamu tanda tangani," kata Damon tiba-tiba. Dia mengeluarkan selembar kertas dan mendorongnya ke arah Violet.

"Apa ini?" tanya Violet.

"Kesepakatan tertulis untuk harga penjualan kita," jawab Damon. Dia mengatakannya dengan begitu tenang dan santai, seolah dia tidak sedang membeli keperawanan seorang gadis seharga satu juta dolar.

Violet menelan ludah dan matanya mulai menelusuri kata-kata di atas kertas itu. Kesepakatannya cukup jelas. Pada dasarnya, itu menyatakan bahwa dia setuju dengan penjualan keperawanannya untuk harga yang disebutkan dan tanda tangan mereka akan mengesahkan kesepakatan itu. Damon sudah menandatangani bagiannya dan bagian Violet masih kosong.

Violet mendongak dan melihat Damon menyerahkan pena kepadanya. Dia datang ke ruangan ini dengan niat untuk mundur, tetapi setelah membaca dokumen itu, Violet berubah pikiran lagi. Itu satu juta dolar. Ini lebih banyak uang daripada yang pernah bisa dia lihat seumur hidupnya. Satu malam dibandingkan dengan itu akan sangat kecil. Seseorang bahkan bisa berargumen bahwa itu adalah tawaran yang menguntungkan. Jadi sebelum dia bisa berubah pikiran lagi, Violet mengambil pena dari tangan Damon dan menandatangani namanya di garis putus-putus. Tepat saat jam menunjukkan tengah malam hari itu, Violet Rose Carvey baru saja menandatangani kesepakatan dengan Damon Van Zandt, iblis dalam wujud manusia.
Bermain Dengan Api

Bermain Dengan Api

7.5k Dilihat · Selesai · Mariam El-Hafi🔥
Dia menarikku ke depannya, dan aku merasa seperti sedang berhadapan dengan setan sendiri. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, begitu dekat hingga jika aku bergerak sedikit saja, kepala kami akan bertabrakan. Aku menelan ludah saat menatapnya dengan mata terbelalak, takut akan apa yang mungkin dia lakukan.

“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.

Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Perangkap Ace

Perangkap Ace

29.8k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Tatapan Membara-Nya

Tatapan Membara-Nya

4.1k Dilihat · Selesai · Annora Moorewyn
"Apakah kamu punya kondom?"

"Tidak, aku tidak punya, tapi aku tidak perlu bercinta denganmu untuk membuatmu mencapai klimaks."

Punggungku menempel di dadanya dengan satu tangan melingkari pinggangku memijat payudaraku dan tangan lainnya naik ke leherku.

"Coba jangan bersuara ya," dia menyelipkan tangannya di bawah karet leggingku.

Leah adalah seorang wanita berusia 25 tahun yang diadopsi. Setelah perceraian, dia terlibat dengan tiga pria yang berbeda.

Novel roman erotis kontemporer ini mengikuti Leah, seorang wanita muda yang baru saja bercerai. Dia berada di persimpangan antara masa lalunya dan masa depan yang tak terduga. Dengan dorongan dari sahabatnya, dia memulai perjalanan pemberdayaan diri melalui eksplorasi hasrat seksualnya. Saat dia menavigasi wilayah yang belum pernah dijelajahi ini, dia bertemu dengan tiga pria yang memikat, masing-masing menawarkan perspektif unik tentang gairah dan keintiman. Di tengah drama multi-perspektif dengan emosi yang naik turun, kecenderungan naif Leah membawanya ke berbagai tikungan dan belokan tak terduga yang dilemparkan kehidupan ke arahnya. Dengan setiap pertemuan, dia mengungkap kompleksitas keintiman, gairah, dan cinta diri, yang pada akhirnya mengubah pandangannya tentang kehidupan dan mendefinisikan ulang pemahamannya tentang kebahagiaan. Kisah yang penuh ketegangan dan erotis ini mengajak pembaca untuk merenungkan hasrat mereka dan pentingnya penerimaan diri dalam dunia yang sering kali memberlakukan keyakinan yang membatasi.