Bab [18] Adegan Menampar yang Tepat, Cepat, dan Keras

Sari Wijaya kembali ke kursinya, menyesap sampanye dengan santai, menunggu pertunjukan seru yang akan segera dimulai.

Malam ini, para tamu terhormat telah memadati ruangan. Ronald Wijaya, dengan semangat meluap-luap, memegang mikrofon dan mengumumkan dengan suara yang lantang.

“Berikutnya adalah p...

Masuk dan lanjutkan membaca