Bab [20] Panggil Suami?

Nina Wijaya mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Semua orang di ruang rapat pun sama terkejutnya.

Situasi ini benar-benar ironis. Momen yang seharusnya menjatuhkan Nina Wijaya, malah berbalik menjadi ajang promosinya.

Sari Wijaya tampaknya s...

Masuk dan lanjutkan membaca