Bab [21] Siapa Suruh Mau

Sari melirik jam tangannya—waktu masih terlalu pagi. Mau tak mau, ia meletakkan pekerjaannya, menyambar tas dan kunci, lalu masuk ke lift.

Baru saja ia melangkah keluar dari pintu otomatis, mobil Liyanto sudah terparkir di depan kantor.

Wajah mungil Lukas Hartman yang tembam seperti bakpao menem...

Masuk dan lanjutkan membaca