Bab [26] Kehormatan Bagimu untuk Datang

Asistennya pamit dengan sopan, dan Sari Wijaya langsung melemparkan undangan itu ke dalam laci.

“Kak, maksudmu apa? Kemarin aku memang ada urusan, aku meninggalkan kantor cuma sebentar, kenapa Kakak bisa mengumumkan surat peringatan di sistem internal?”

Wajah Nina Wijaya memerah karena marah, sema...

Masuk dan lanjutkan membaca