Bab [45] Saya Terbiasa

Rangga Hartman menutup matanya dengan patuh.

Aku merasakan handuk hangat menyeka wajahku perlahan, lalu handuk itu turun ke leher dan tulang selangkanya.

"Bagian badan juga perlu dilap?"

"Iya."

Sari Wijaya tidak punya pilihan selain meletakkan handuk di samping baskom dan dengan berat hati mulai...

Masuk dan lanjutkan membaca