Bab [63] Pelakor Pantas Dicemooh

Pertanyaan dari para wartawan begitu tajam dan menyudutkan.

“Pantas saja Anda terus-menerus membela Mas Yanto. Ternyata kalian berdua memang sekongkol dari awal.”

Pikiran Nina Wijaya seketika kosong. Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, ia langsung menangis meraung-raung, seolah bisa pingsan kapan...

Masuk dan lanjutkan membaca