
Pengantin Pengganti
Miss Yulie 2 · Selesai · 418.7k Kata
Pendahuluan
Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Bab 1
"Mantha, kamu pasti akan sangat cantik dalam balutan gaun putih ini. Coraknya indah, semua dirancang sangat luar biasa. Sempurna. Bikin aku makin nggak sabaran aja," ungkap Mentari. Tak berhenti ia memandang takjub pada pakaian panjang, berujung gelombang, mengembang indah di hadapannya. Pakaian itu dirancang menyerupai gaun-gaun khas putri kerajaan dalam negeri dongeng, dan coraknya dibuat mengikuti selera modern.
"Kamu pengin pakai gaun itu?" tanya Mantha menanggapi omongan adiknya.
Mentari sigap menggeleng. "Nggak. Aku cuma kagum."
"Kalau kamu pengin, nggak apa-apa. Ambil gaun itu buat kamu."
Mentari tersenyum. "Mungkin, aku akan memakai gaun bercorak dan berukuran sama persis dengan milikmu. Tapi, nanti. Ketika jodohku sudah tiba. Tentunya pula bukan gaun ini."
Mantha hanya menatap sekilas Mentari. "Kenapa nggak pakai baju pengantin itu saja. Aku nggak tertarik memakainya."
Mentari terdiam. Dia tak berniat lagi membalas omongan kakaknya. Mantha memang begitu, semakin diladeni, semakin melantur.
Untuk menghindari omongan sang kakak yang kian menyimpang dan nyaris tak masuk akal, Mentari memutuskan keluar dari kamar Mantha.
"Mantha, aku keluar. Nikmati baik-baik malam ini. Sebelum besok hari bahagiamu tiba," pesan Mentari kemudian menutup pintu kamar Mantha.
Itu hanyalah perbincangan singkat tadi malam. Dan pagi ini perbincangan itu tak lagi berlanjut. Karena pagi ini jauh lebih menggemparkan dibanding percakapan melintur itu.
"Mentari, Mantha kabur!" Beberapa jam yang lalu Mama histeris mengaungkan kalimat ini.
Di ruang rias, Mentari menangis terisak. Bagaimana tidak? Tadi pagi Mantha dinyatakan hilang. Ia kabur dari jendela kamarnya. Apa motif Mantha, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas, cara Mantha cukup menjelaskan kalau dia tidak suka dengan pernikahannya. Pernikahan yang memang terjadi demi hutang budi keluarga. Orang tua Mantha dan Mentari, tepatnya Papa mereka berhutang saham kepada keluarga calon suami yang andai Mantha tidak kabur, detik ini telah menjadi suami Mantha.
Kaburnya sang kakak, membawa balada untuk Mentari. Dia dipaksa menjadi pengantin pengganti. Menggantikan posisi Mantha sebagai mempelai wanita hari ini.
Mentari sedih. Bukan karena menolak dinikahkan dengan mantan calon suami Mantha. Dia sedih karena hanya menjadi pihak yang bertanggung jawab, pihak pelarian saat di mana secara tidak langsung Mantha menolak menikah dengan calonnya.
"Sudahlah, Nak. Jangan menangis lagi," bujuk Mama. Entah sudah berapa kali beliau mengusap pundak Mentari. Berulang kali membawa Mentari ke pelukannya. Menenangkan Mentari.
Andai ujungnya harus begini. Kenapa tidak dari dulu Mantha menolak daripada tega mengorbankan Mentari untuk menutupi semua aibnya? Hidup memang tidak pernah adil, seadil timbangan neraca yang kalau kedua mangkuknya diisi dengan benda bervolume sama.
"Kenapa Mantha kabur, Ma?" tanya Mentari di tengah isak sendunya.
"Entahlah, Sayang. Dia nggak ninggalin apa pun. Sepucuk surat pun nggak ada," jawab Mama.
Mentari menyelisik parasnya di dasar pantulan cermin. Dia cantik seperti Mantha. Namun, dia tidak selalu seberuntung kakaknya. Terus saja begini. Setiap kali Mantha melakukan kesalahan dengan sendirinya kesalahan itu dilempar pada dirinya. Lagi-lagi, dia juga yang menanggung semua ketidaksukaan Mantha.
"Sudah waktunya, Sayang. Sebentar lagi lonceng gereja memanggil pengantin akan segera berbunyi." Mama menadahkan telapak tangannya ke hadapan Mentari.
Mau tidak mau, Mentari harus membalas uluran tangan Mama. Mungkin sepatutnya demikian. Mentari hidup di bawah bayang kesalahan Mantha. Tetapi, daripada semua itu, Mentari hanya khawatir hal-hal ini; bagaimana jika laki-laki yang seharusnya suami Mantha tidak menyukai dirinya? Bagaimana dia harus melanjutkan pernikahan yang tidak pernah diingini ini? Bagaimana jika dia tak menemukan setitik jejak kebahagiaan untuk dinikmati? Dan keresahan diiring tanya bagaimana yang lain.
Semua begitu gempar. Bahkan tanpa terasa kaki Mentari sudah menjejak di lantai pelataran gereja. Tinggal beberapa langkah lagi, maka sampailah dia di hadapan laki-laki mantan calon kakak iparnya yang dalam hitungan menit ke depan pula akan berpindah status menjadi suaminya.
"Jangan tegang," bisik Papa tepat di telinga Mentari.
Mentari mengangguk kecil. Dia lebih daripada tegang. Dia lebih cocok disebut resah bercampur takut.
Seharusnya Mentari lebih bijak dalam mengartikan omongan Mantha tadi malam. Seharusnya Mentari mengerti kalau maksud Mantha adalah hal ini; dia tidak menyukai pernikahannya. Namun berpulang, kenapa di acara malam perjodohan Mantha tidak menolak? Seharusnya saat itu Mantha menolak.
Mentari menatapi langkahnya yang terus menjejak mendekati altar. Sembari pula dia meratapi nasibnya yang tidak pernah sampai di garis keberuntungan. Belum apa-apa dia sudah melihat betapa perihnya bayangan kehidupan di depan sana.
"Kuserahkan putriku padamu." Akhirnya kalimat Papa terlontar begitu saja. Menyentak Mentari dari lamunan panjangnya. "Jagalah dia lebih baik daripada aku menjaganya. Cintailah dia lebih besar daripada aku mencintainya. Tuntun dia lebih pantas daripada aku menuntutnya. Berdirilah terus di sisinya. Peluk dia lebih dekap daripada aku memeluknya. Jangan biarkan sebulir air mata lolos tercurah dari salah satu atau kedua belah pipinya. Sebab dia putri yang kusayang."
Berakhirlah ucapan cinta tulus Papa, maka lepas pula genggamannya dari dekapan tangan Mentari. Kini, tangan Mentari berpindah haluan pada telapak tangan hangat. Walau hangat, telapak tangan itu tidak bisa berbohong kalau dia tetaplah menyirat dingin.
Sedikit demi sedikit, Mentari menegakkan kepala. Di depannya begitu kentara paras rupawan, mata biru sebiru laut dan menyala terang seterang mata kucing, rahang tegas kokoh mengukuhkan bahwa pemiliknya adalah manusia tampan setampan Pangeran Philip dalam dongeng Barbie Aurora. Tidak lupa tatanan rambut yang rapi dan stelan jas sedemikian rupa turut menambah kharisma laki-laki itu. Dan lagi-lagi diikuti kata tetapi; tidak ada senyum, tidak ada gurat kebahagiaan. Sedikit pun tidak.
Mentari dan mempelai laki-laki terus berjalan mengitari terpal merah hingga langkah mereka benar-benar tiba di altar, di hadapan pendeta—seorang hamba Tuhan—yang tengah tersenyum dengan sukacita. Mungkin si pendeta berpikir bahwa sepasang pengantin di depannya adalah dua sosok yang sedang diselimuti rasa bahagia.
Tidak ada basa-basi. Rangkaian acara demi rangkaian acara berjalan. Kini sampailah pada pengucapan janji suci oleh kedua mempelai.
"Di hadapan Tuhan, hamba-Nya dan jemaat-Nya yang kudus. Saya Arga Benjamin Wijaya Kusuma. Memilih dan menerima engkau Mentari Anindya Husein sebagai satu-satunya istriku yang sah. Berjanji setia dalam setiap keadaan. Pada waktu senang maupun susah, sehat maupun sakit, berkelimpahan maupun kekurangan. Untuk saling menghargai dan mengasihi. Bersedia membimbing dan mendidik anak yang dititipkan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya sampai maut memisahkan kita, seturut dengan hukum Allah yang kudus." Kalimat itu tercetus dari alat ucap mempelai pria; Arga.
"Di hadapan Tuhan, hamba-Nya dan jemaat-Nya yang kudus. Saya Mentari Anindya Husein. Memilih dan menerima engkau Arga Benjamin Wijaya Kusuma sebagai satu-satunya suamiku yang sah. Berjanji setia dalam setiap keadaan. Pada waktu senang maupun susah, sehat maupun sakit, berkelimpahan maupun kekurangan. Untuk saling menghargai dan mengasihi. Bersedia membimbing dan mendidik anak yang dititipkan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya sampai maut memisahkan kita, seturut dengan hukum Allah yang kudus." Ini pula giliran Mentari. Air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk mata dengan mudahnya mengucur menganak sungai di kedua pipi Mentari. Tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini masa lajangnya.
Ketika itu terdengar sorak-sorai para tamu. Semua mereka menggema, menyuarakan, "Cium ...! Cium ...! Cium ...!"
Dari ekor matanya, Mentari menatap nanar semua tamu. Kemudian dia melirik ke arah Arga. Tidak ada ungkapan apa pun, Arga segera mendaratkan sebuah kecup di bibir Mentari. Sedang Mentari hanya bisa mengikuti permainan Arga. Sejenak dia tepekur. Mencari jejak nyata pada hal yang baru saja dia rasakan; benda kenyal lembut sedikit berair menempel di bibirnya.
"Jangan berpikir barusan itu serius. Kita hanya sedang bermain peran di hadapan para penonton." Satu kalimat mencelos dari alat ucap Arga tentu berhasil merobohkan pertahanan Mentari.
Mentari termenung.
"Arga benar. Kami hanya sedang bersandiwara. Aku berdiri di sini tidak lebih dari pengantin pengganti. Pahlawan kesiangan yang hadir semata untuk menyelamatkan nama baik orang tuaku," gumam hati Mentari.
Kembali terdengar sorak riuh para tamu. Menggurat kebahagiaan di wajah mereka masing-masing. Padahal, mereka tidak tahu kalau pemandangan di altar sana bukanlah penampakan yang sebenarnya. Semua hanya tonil, sekadar permainan di atas panggung. Mentari dan Arga berhasil menipu semua orang tidak terkecuali dinding gereja yang turut menjadi saksi.
Noted:
Mari berkunjung ke novel terbaru saya. Judulnya, Dendam Termanis.
Bab Terakhir
#285 Bab 285
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#284 Bab 284
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#283 Bab 283
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#282 Bab 282
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#281 Bab 281
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#280 Bab 280
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#279 Bab 279
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#278 Bab 278
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#277 Bab 277
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#276 Bab 276
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Ayo! Mas Leng!
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Cinta Terlarang Dengan Istriku
Tak disangka atau oleh pria kulit hitam yang ketahuan tertangkap kembali, menjadi kekasih kontraknya.
Empat tahun kemudian, dia kembali dengan mengbao yang luar biasa, tetapi menunggu berjam-jam dalam lingkaran kedok pria itu di lengannya.
"Apakah Anda membutuhkan pekerjaan?" Aku menawarkannya. "
"Apakah Anda membutuhkan seorang pria?" Saya bisa. "
"Apakah Anda membutuhkan ayah susu?" Saya. "
Dia Wei tidak tahan: "Keluar dari sini!" "
Bayi dengan lengannya bersenandung membuka mulutnya, ingin mengejar kaleng ibuku, kesulitan untuk menandatangani laris terjual terlebih dahulu! "
Seseorang penuh dengan garis hitam, apakah itu disebut koran?
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Trilogi Efek Carrero
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.












