
Pernikahan Sandiwara
Jeno Jennie · Selesai · 188.2k Kata
Pendahuluan
Tiba-tiba dia terbangun di dalam sebuah kamar mandi bersama pria asing yang mengaku sebagai suaminya!
Betapa terkejutnya Melissa bahwa ternyata dia secara ajaib berada di tubuh gadis bernama Alice, istri pria tersebut.
Parahnya, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah hubungan sandiwara karena 'suaminya' menikah dengan dirinya hanya untuk mendapat warisan.
Bagaimana Melissa yang kini menghuni tubuh Alice menjalani semua kekacauan ini?
Bab 1
Part 1.
"Di mana ini?"
Melisa yang baru saja terbangun mengerjap beberapa kali dengan satu tangan memijat kening, diedarkannya pandangan ke seluruh ruangan yang tampak asing di matanya tersebut.
"Kapan aku berada dalam bak mandi?" bisiknya kebingungan saat mendapati tubuhnya saat ini ternyata tengah berendam di sebuah bathub mewah dengan busa sabun memenuhi bak mandi tersebut dan aroma harum yang membuat tubuhnya rileks.
Baru saja gadis itu memejamkan mata untuk menikmati berendam di air hangat dengan aroma harum tersebut, terdengar seseorang menggeser pintu.
Kedua netra gadis tersebut langsung terbelalak shock saat melihat seorang prai dengan santai membuka pembatas antara kamar mandi dan bathtub tempat dia sekarang berada, lalu melenggang dengan acuh tak acuh menuju ke arahnya.
Refleks, Melissa pun mengambil sikap waspada seraya menutup buah dadanya dengan kedua tangan.
"S-siapa anda?" tanyanya penuh curiga.
Sosok pria bertubuh tinggi dengan kulit putih semulus batu giok dengan wajah yang luar biasa tampan itu hanya menatap dirinya acuh tak acuh.
Sementara Melissa balas memandang dengan mulut melongo lebar dan rahang hampir jatuh.
Seumur hidup baru kali ini dia melihat pria setampan itu!
Siapa orang asing ini? Bagaimana bisa dia berada di dalam sini bersamanya?
Melissa tanpa sadar menelan ludah saat sekali lagi menatap pria setampan dewa yang kini berdiri di depannya tersebut.
Seluruh inci tubuhnya mengeluarkan aura berkuasa, dan rasa manis uang.
Namun, saat gadis itu menatap tengah matanya yang gelap, rasa terintimidasi memenuhi dirinya.
Pria ini mempunyai aura seperti bos besarnya di kantor, yang membuat Melisa bahkan tidak sanggup mengangkat kepalanya saat sosok itu berjalan di sekitarnya.
Pria yang kini hanya memakai handuk mandi tersebut, hanya mengangkat satu alisnya melihat reaksi terkejut Melissa dan terus berjalan mendekat dengan santai.
"H-hey! Apa yang Anda lakukan?!"
Melissa menjerit kaget saat pria itu dengan penuh percaya diri masuk ke dalam bathub dan bergabung bersama dirinya.
Air dalam bathtub sedikit meluber keluar saat sosok tinggi dengan perut sixpack itu duduk di sana.
"S-siapa Anda? Bagaimana bisa Anda mandi di sini bersama saya?!"
Pekikan histeris dari mulut Melissa tersebut tak diindahkan oleh pria itu, dia malah memainkan busa sabun di bathub sebelum menatap angkuh kepada Melissa yang shock dengan kedatangannya.
Auranya yang maskulin, membuyarkan akal sehat gadis tersebut.
Spontan, dia pun mundur dengan ekspresi ketakutan karena tiba-tiba merasa terancam, menyebabkan punggung menabrak pinggiran bathub yang tidak begitu luas untuk ditempati dua orang seperti saat ini.
Pria itu mencondongkan badan ke depan, ekspresi acuh tak acuhnya tetap tak berubah, tatapan dinginnya itu seakan mampu membekukanku tulang, tapi saat ini, ada sedikit kilatan tertarik di sudut matanya.
"Alice."
Suara yang keluar dari pria itu berat, tapi anehnya terdengar seksi dan macho. Namun, juga mengancam.
"Jangan coba-coba memancing emosiku," bisiknya dengan nada tajam.
Setelah mengatakan itu, pria asing tampan tersebut memainkan rambut kemerahan miliknya yang basah, memilinnya dengan jemari sebelum melayangkan tatapan tajam pada Melissa yang seketika terkesiap kaget.
"Saya ... saya tidak sedang memancing emosi Anda, Tuan. Saya hanya bertanya kenapa Anda berada di sini bersama saya?"
Melisa memberanikan diri untuk bertanya karena dia merasa sangat kebingungan dengan apa yang sedang dialaminya sekarang.
Ditambah lagi, kepalanya yang berputar-putar ini benar-benar menambah runyam suasana.
"Aku bukan pria yang bisa kamu ajak bermain-main, ingat itu, Alice."
Kening Melissa berkerut saat pria yang kini tampak ingin menerkamnya tersebut terus memanggil dirinya dengan nama Alice, alih-alih Melissa.
"Alice? Tapi saya ... nama saya bukan—"
"Tidak usah mengajakku berbasa-basi. Hubungan kita tidak sedekat itu," potong pria itu dengan suara dingin yang seketika membuat Melissa menutup mulutnya rapat-rapat.
Pria asing tersebut kini mendekatkan tubuh sehingga jarak kami tersisa beberapa centimeter saja.
Meski tak ada tempat untuk melarikan diri, Melissa menciutkan badan agar tak bersentuhan dengan dirinya, membuat pria asing itu menyipitkan mata.
"Apa yang sedang kamu lakukan ini? Beginikah sikapmu pada suami sendiri, Alice?" desahnya dengan suara lelah.
Dia menyugar rambut cokelatnya ke belakang dengan kening sedikit berkerut. Seperti benar-benar lelah menghadapiku.
"Suami?! Saya ... saya belum menikah!"
Melissa menjerit sampai tak sadar berdiri sehingga dua gundukan besar di dadanya terpampang indah.
Buru-buru gadis itu menutupi dengan kedua tangan dan menggeleng dengan panik kepada pria tersebut.
"Tolong jelaskan kepada saya apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Anda memanggil saya Alice? Dan ... kenapa Anda bilang bahwa saya adalah istri Anda? Sungguh, saya belum pernah menikah!"
Melissa kembali duduk dan membenamkan setengah tubuhnya ke bathub karena malu tak memakai busana di hadapan pria asing.
Lelaki tampan itu malah tersenyum sinis, semakin mendekatkan tubuhnya ke arahku hingga menyisakan jarak sejengkal saja.
Tangannya yang besar tersebut merengkuh dagu Melissa sehingga gadis itu mendongak menatap wajahnya.
"Kamu bukan Alice? Lalu siapa? Apa kamu sekarang sedang berakting amnesia agar bisa lepas dari tanggung jawabmu sebagai istri, hm?"
Dia terkekeh pelan, tapi sedetik kemudian melayangkan tatapan mengancam setajam elang.
"Jangan coba-coba mempermainkan aku, Alice," ancamnya seraya mencengkeram dagu gadis tersebut sampai Melissa meringis pelan menahan sakit.
Sosok itu menyugar rambut kecoklatan miliknya yang kini sedikit basah, tersenyum sinis ketika menatap sorot ketakutan di mata Melissa dan melepaskan cengkeramannya.
"Kamu belum menikah katamu? Lucu sekali. Kita bahkan baru saja mengikat janji pernikahan beberapa jam lalu!"
Pria dengan tatapan sinis itu semakin mendekat sehingga tak ada jarak antara wajah mereka, sedang Melissa, hanya bisa mengalihkan pandang saat jemari rampingnya menelusuri pipi.
"Cepat selesaikan mandimu dan lakukan tugas sebagai istri sebagai ritual malam pertama kita. Atau ... kau ingin aku melakukannya di sini?"
Sekujur tubuh tiba-tiba merinding mendengar suaranya tersebut.
Malam pertama?
Di sini?!
Ini gila!
"Saya ... saya tidak berbohong!" jerit Melissa dengan putus asa, mencoba menghindar dari sosok yang terus menekan dirinya secara fisik dan mental tersebut dengan mendorongnya mundur.
Sayang, dadanya begitu kokoh, tangan mungil gadis itu tak sanggup membuat sosok di depannya bergerak mundur bahkan seinci pun.
"Kapan kamu berkata jujur memangnya?"
Lelaki asing itu berbisik di telinga dengan nada penuh sarkasme, membuat seluruh tubuh gadis itu gemetar karena rasa takut akan auranya yang menekan.
"Saya benar-benar berbicara jujur, Tuan. Anda mungkin salah orang, saya bukan Alice yang Anda kenal. Saya—"
"Ya Tuhan!"
Melissa menjerit kaget saat tiba-tiba pria itu bangkit dan menggendong tubuhnya yang tak terlilit sehelai benang pun.
Sensasi kulit yang saling bertemu, membuat dada Melissa berdesir pelan.
Seumur hidup baru kali ini dia sedekat ini dengan pria!
Pria yang tubuhnya bagian bawahnya terbalut handuk tersebut, membawa Melissa ke depan sebuah kaca setinggi tubuh manusia yang memantulkan refleksi mereka berdua.
Melissa seketika terbelalak kaget saat mendapati bahwa wajah gadis yang berada di cermin tersebut, bukanlah wajahnya, tapi orang lain.
B-bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!
Dia masuk ke dalam tubuh orang lain?
Ini ... ini mustahil!
"Kalau kamu bukan Alice, lalu siapa?" desis pria iru dengan suara tajam dan sinis.
Melissa hanya bisa menelan ludah dengan wajah pucat tanpa bisa mengatakan apa pun.
Next.
Bab Terakhir
#178 Bab 178
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#177 Bab 177
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#176 Bab 176
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#175 Bab 175
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#174 Bab 174
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#173 Bab 173
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#172 Bab 172
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#171 Bab 171
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#170 Bab 170
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#169 Bab 169
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Jatuh Cinta pada Teman Ayah
"Tunggangi aku, Angel." Dia memerintah, terengah-engah, membimbing pinggulku.
"Masukkan ke dalam, tolong..." Aku memohon, menggigit bahunya, mencoba mengendalikan sensasi nikmat yang menguasai tubuhku lebih intens daripada orgasme yang pernah kurasakan sendiri. Dia hanya menggesekkan kemaluannya padaku, dan sensasinya lebih baik daripada yang bisa kuberikan sendiri.
"Diam." Dia berkata serak, menekan jarinya lebih keras ke pinggulku, membimbing cara aku menunggangi pangkuannya dengan cepat, meluncurkan pintu masuk basahku dan membuat klitorisku bergesekan dengan ereksinya.
"Hah, Julian..." Namanya keluar dengan erangan keras, dan dia mengangkat pinggulku dengan sangat mudah dan menarikku turun lagi, membuat suara hampa yang membuatku menggigit bibir. Aku bisa merasakan bagaimana ujung kemaluannya bertemu dengan pintu masukku dengan berbahaya...
Angelee memutuskan untuk membebaskan dirinya dan melakukan apa pun yang dia inginkan, termasuk kehilangan keperawanannya setelah memergoki pacarnya selama empat tahun tidur dengan sahabatnya di apartemennya. Tapi siapa yang bisa menjadi pilihan terbaik, jika bukan sahabat terbaik ayahnya, seorang pria sukses dan bujangan yang terkenal?
Julian terbiasa dengan hubungan singkat dan one-night stand. Lebih dari itu, dia tidak pernah berkomitmen pada siapa pun, atau hatinya dimenangkan. Dan itu akan membuatnya menjadi kandidat terbaik... jika dia bersedia menerima permintaan Angelee. Namun, dia bertekad untuk meyakinkannya, bahkan jika itu berarti menggoda dan mengacaukan pikirannya sepenuhnya. ... "Angelee?" Dia menatapku bingung, mungkin ekspresiku juga bingung. Tapi aku hanya membuka bibir, berkata perlahan, "Julian, aku mau kamu bercinta denganku."
Rating: 18+
Obsesi Terpelintir
"Kita punya aturan, dan aku-"
"Aku nggak peduli sama aturan. Kamu nggak tahu seberapa pengen aku ngewe kamu sampai kamu teriak kesenengan."
✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿
Damian nggak percaya sama cinta, tapi dia butuh istri buat ngambil warisan yang ditinggalin pamannya. Amelia pengen balas dendam ke Noah, mantan suaminya yang selingkuh, dan apa cara yang lebih baik daripada nikah kontrak sama musuh bebuyutannya? Ada dua aturan dalam pernikahan pura-pura mereka: nggak boleh ada hubungan emosional atau seksual, dan mereka akan berpisah setelah kesepakatan selesai. Tapi ketertarikan mereka satu sama lain lebih dari yang mereka perkirakan. Ketika perasaan mulai jadi nyata, pasangan ini nggak bisa berhenti menyentuh satu sama lain, dan Noah ingin Amelia kembali, apakah Damian akan membiarkannya pergi? Atau dia akan berjuang untuk apa yang dia anggap miliknya?
Kesempatan Kedua Miliarder: Merebut Kembali Hatinya
Namun, semuanya berubah pada hari aku melihat suamiku yang biasanya tenang dan pendiam, menyudutkan "saudara perempuannya" ke dinding, dengan marah menuntut, "Kamu memilih menikah dengan pria lain waktu itu. Apa hakmu untuk meminta apa pun dariku?!"
Saat itulah aku menyadari betapa dalamnya dia bisa mencintai seseorang—cukup untuk membuatnya menjadi gila.
Menyadari posisiku, aku diam-diam menceraikannya dan menghilang dari hidupnya.
Semua orang berkata bahwa Christopher Valence telah kehilangan akal sehatnya, putus asa mencari mantan istrinya yang tampaknya tidak berarti. Tidak ada yang tahu bahwa ketika dia melihat Hope Royston di lengan pria lain, rasanya seperti ada lubang yang tercabik di hatinya, membuatnya berharap bisa membunuh dirinya di masa lalu.
"Hope, tolong kembali padaku."
Dengan mata merah, Christopher berlutut di tanah, memohon dengan rendah hati. Hope akhirnya menyadari bahwa semua rumor itu benar.
Dia benar-benar sudah gila.
(Aku sangat merekomendasikan sebuah buku yang sangat menarik hingga aku tidak bisa berhenti membacanya selama tiga hari tiga malam. Buku ini sangat mengasyikkan dan wajib dibaca. Judul bukunya adalah "Cerai Mudah, Rujuk Sulit". Kamu bisa menemukannya dengan mencarinya di kolom pencarian.)
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Mafia Posesifku
"Aku tidak tahu berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyadari ini, sayang, tapi kamu milik kami." Suaranya yang dalam berkata, menarik kepalaku ke belakang sehingga matanya yang intens bertemu dengan mataku.
"Memekmu sudah basah untuk kami, sekarang jadilah gadis baik dan buka kakimu. Aku ingin mencicipinya, kamu mau lidahku menyentuh memek kecilmu?"
"Ya, p...papa." Aku mendesah.
Angelia Hartwell, seorang gadis muda dan cantik yang masih kuliah, ingin menjelajahi hidupnya. Dia ingin tahu bagaimana rasanya mengalami orgasme yang sesungguhnya, dia ingin tahu bagaimana rasanya menjadi seorang yang patuh. Dia ingin merasakan seks dengan cara yang terbaik, berbahaya, dan menggoda.
Dalam pencariannya untuk memenuhi fantasi seksualnya, dia menemukan dirinya di salah satu klub BDSM paling eksklusif dan berbahaya di negara ini. Di sana, dia menarik perhatian tiga pria Mafia yang posesif. Mereka semua menginginkannya dengan segala cara.
Dia menginginkan satu dominan, tetapi malah mendapatkan tiga yang posesif, dan salah satunya adalah dosen di kampusnya.
Hanya satu momen, hanya satu tarian, hidupnya berubah total.
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Tuan Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Penyesalan Mantan Suami
Gadis Baik Mafia
"Apa ini?" tanya Violet.
"Kesepakatan tertulis untuk harga penjualan kita," jawab Damon. Dia mengatakannya dengan begitu tenang dan santai, seolah dia tidak sedang membeli keperawanan seorang gadis seharga satu juta dolar.
Violet menelan ludah dan matanya mulai menelusuri kata-kata di atas kertas itu. Kesepakatannya cukup jelas. Pada dasarnya, itu menyatakan bahwa dia setuju dengan penjualan keperawanannya untuk harga yang disebutkan dan tanda tangan mereka akan mengesahkan kesepakatan itu. Damon sudah menandatangani bagiannya dan bagian Violet masih kosong.
Violet mendongak dan melihat Damon menyerahkan pena kepadanya. Dia datang ke ruangan ini dengan niat untuk mundur, tetapi setelah membaca dokumen itu, Violet berubah pikiran lagi. Itu satu juta dolar. Ini lebih banyak uang daripada yang pernah bisa dia lihat seumur hidupnya. Satu malam dibandingkan dengan itu akan sangat kecil. Seseorang bahkan bisa berargumen bahwa itu adalah tawaran yang menguntungkan. Jadi sebelum dia bisa berubah pikiran lagi, Violet mengambil pena dari tangan Damon dan menandatangani namanya di garis putus-putus. Tepat saat jam menunjukkan tengah malam hari itu, Violet Rose Carvey baru saja menandatangani kesepakatan dengan Damon Van Zandt, iblis dalam wujud manusia.
Alpha Dom dan Pengganti Manusianya
Menyerah kepada Triplet Mafia
"Kamu sudah menjadi milik kami sejak pertama kali kami melihatmu."
"Aku tidak tahu berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyadari bahwa kamu milik kami." Salah satu dari triplet itu berkata, menarik kepalaku ke belakang untuk bertemu dengan tatapan matanya yang tajam.
"Kamu adalah milik kami untuk bercinta, milik kami untuk dicintai, milik kami untuk diklaim dan digunakan dengan cara apa pun yang kami inginkan. Benar, sayang?" Tambah yang kedua.
"Y...ya, Tuan." Aku terengah-engah.
"Sekarang jadilah gadis baik dan buka kakimu, mari kita lihat seberapa berantakan kamu karena kata-kata kami." Tambah yang ketiga.
Camilla menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh pria bertopeng dan beruntung bisa melarikan diri. Dalam perjalanannya mencari ayahnya yang hilang, dia bertemu dengan triplet mafia paling berbahaya di dunia yang ternyata adalah pembunuh yang dia temui sebelumnya. Tapi dia tidak mengetahuinya...
Ketika kebenaran terungkap, dia dibawa ke klub BDSM milik triplet tersebut. Camilla tidak punya jalan untuk melarikan diri, triplet mafia itu akan melakukan apa saja untuk menjadikannya budak mereka.
Mereka bersedia berbagi dirinya, tapi apakah dia akan tunduk pada ketiganya?












