Bab [54] Musuh Pun Ada Takdirnya untuk Saling Bertemu

Keesokan paginya, Nabila Lestari terbangun oleh suara perutnya yang keroncongan.

Hanya ada dirinya sendiri di kamar tidur. Rio Kusuma entah sudah pergi sejak kapan.

Ia mencoba duduk, pinggangnya terasa seperti mau patah, pegal dan nyeri. Namun anehnya, tidak ada rasa tidak nyaman di antara kedua p...

Masuk dan lanjutkan membaca