
Saat Menangkap Perselingkuhan, Aku Dinikahi Pewaris Konglomerat
Kris Qirani · Sedang Diperbarui · 119.9k Kata
Pendahuluan
Namun, dia tak pernah menyangka suami barunya itu akan menuntut mereka memenuhi kewajiban sebagai suami istri.
Saat ciumannya yang dalam dan membara menyusuri kulitnya di momen yang panas itu, dia mendengar suara rendahnya yang magnetik bergema, "Jadi manis ini akan segera berakhir."
Bab 1
Nabila Lestari merasa dirinya sudah gila.
Dia membawa Rio Kusuma ke hotel. Begitu pintu tertutup, Nabila langsung mendorong Rio ke dinding, berjinjit, dan menciumnya.
Ciuman Nabila terasa kaku dan kikuk. Tanpa teknik sama sekali, hanya didorong oleh gejolak emosi sesaat. Tanpa sengaja, giginya menggigit bibir Rio hingga pria itu mendesis kesakitan. Saat Nabila hendak meminta maaf, Rio justru mengambil alih permainan, membalas ciumannya dengan lebih dalam dan menginvasi wilayahnya. Lidah mereka saling membelit, menciptakan suara decakan yang penuh gairah.
Nabila merasa otaknya kekurangan oksigen, tubuhnya hampir limbung. Secara refleks, kedua lengannya melingkar di pinggang Rio.
Apa seperti ini juga yang dilakukan Santi Gunawan dengan selingkuhannya? pikir Nabila tiba-tiba. Dia ingin tahu, apakah hal sepele seperti ini begitu penting bagi seorang pria?
Menyadari pikiran Nabila melayang, Rio menggigit lembut daun telinga Nabila, lalu meniupkan napas hangat ke dalamnya. Sensasi geli yang menyengat langsung menjalar ke seluruh tubuh Nabila seperti sengatan listrik, membuatnya tanpa sadar mengerang. Tenaganya seakan terkuras habis, membuatnya hanya bisa bersandar pasrah pada tubuh Rio.
Dengan perlahan, Rio mulai melepaskan pakaian Nabila satu per satu. Saat hanya tersisa pakaian dalam, entah kenapa kaitan bra itu tidak bisa dia buka.
Dia berbisik di telinga Nabila, membujuk dengan lembut, "Nabila, bantu aku, ya? Aku nggak bisa buka ini ...."
Ketika Nabila sadar apa yang baru saja Rio minta ia lakukan, kewarasannya perlahan kembali. Namun terlambat, tak ada sehelai benang pun yang tersisa di tubuhnya.
Nabila mendorong Rio menjauh, lalu meraih jubah tidur dan memakainya dengan cepat.
"Maaf, aku salah ...." Dia menunduk, tidak tahu apakah pria di hadapannya ini akan tersinggung dengan kelakuannya yang lancang tadi. Nabila membenci dirinya sendiri. Gara-gara dia tidak pernah mau menyerahkan dirinya pada Santi Gunawan, pria itu berselingkuh. Dan sekarang, dia malah menyerahkan dirinya pada pria yang baru ditemuinya sekali...
Rio menatap Nabila dengan tatapan membara. Melihatnya menunduk sambil menggigit bibir dengan ekspresi bersalah, seperti kelinci kecil yang ketakutan, Rio tidak tahan untuk melangkah maju. Dia memeluk Nabila, mengecup puncak kepalanya dengan lembut, dan berbisik, "Nabila, kamu nggak salah. Kamu menjaga diri sebelum menikah, itu artinya kamu gadis baik. Dan sekarang, kita sudah sah, kita suami istri. Ini hal yang wajar dilakukan pasangan suami istri."
Benar juga! Santi Gunawan saja bisa bersenang-senang, kenapa dia yang sudah menikah sah tidak boleh? pikir Nabila dalam hati.
Dia mengalungkan lengannya di leher Rio, lalu merebahkan diri di atas ranjang.
Di bawah cahaya temaram lampu nakas, akhirnya Nabila bisa melihat dengan jelas wajah suami yang baru saja dinikahinya.
Pria itu menopang tubuhnya di atas Nabila. Otot lengannya padat dan terlihat kuat. Rambut di dahinya sedikit berantakan, dan sepasang matanya tampak dingin seperti serigala di malam yang gelap, namun kini diwarnai oleh gairah yang membuatnya terlihat berbeda. Hidungnya lurus dan mancung.
Nabila teringat sahabatnya, Maya Santoso, pernah berkata bahwa pria dengan hidung mancung biasanya memiliki "kejantanan" yang berkembang baik. Tanpa sadar, Nabila ingin membuktikannya. Tiba-tiba, dia merasakan sesuatu yang besar dan panas menekan paha bagian dalamnya. Wajahnya langsung memerah padam. Dalam hati dia mengumpat dirinya sendiri, dasar mesum! Dia segera memejamkan mata, tak berani lagi menatap langsung pria di atasnya.
Rio memperhatikan istri tercintanya yang berada di bawahnya. Sebentar menatapnya dengan serius, sebentar tersenyum sendiri, lalu tersipu malu sambil memejamkan mata. Dia pun tak tahan untuk menggodanya, "Nabila, apa kamu puas dengan penampilanku?"
Dia mengangkat satu tangan, merapikan rambut panjang Nabila yang tersebar di ranjang, suaranya terdengar sedikit tertahan.
"Pu... puas ...." Nabila menjawab dengan mata terpejam, kedua tangannya mencengkeram sprei erat-erat. Setelah mengatakannya, dia merasa sangat malu, menyesali mulutnya yang tidak bisa diajak kompromi.
"Kalau begitu, bolehkah kita melanjutkan ke tahap selanjutnya...?" Merasakan tubuh di bawahnya menegang, Rio menyesal telah bertindak terlalu cepat dan membuat istri tercintanya terkejut. Dia hendak berbalik turun dari atas Nabila, memberinya waktu untuk beradaptasi.
Namun, di benak Nabila, tiba-tiba muncul ucapan Santi Gunawan tentangnya, "Nabila itu? Cuma boleh dilihat, nggak boleh disentuh. Kayak vas bunga yang dingin! Mana bisa dibandingin sama kamu, Sayang. Empuk, hangat..."
Santi Gunawan, sebenarnya aku juga bisa, tapi kenapa kamu tidak bisa menunggu?
Memikirkan hal itu, seolah hendak mengorbankan diri, kedua lengan lembut Nabila melingkar di leher jenjang Rio.
Melihat istri tercintanya yang tiba-tiba menjadi proaktif, Rio berusaha mengumpulkan sisa-sisa kewarasannya. Dengan suara serak dia bertanya, "Nabila, kamu serius? Kalau sudah dimulai, ini untuk selamanya ...."
Nabila bersandar di bahu Rio dan menggigitnya pelan. Dengan tindakan itu, dia menunjukkan keseriusannya.
Kewarasan Rio pun runtuh. Dia mengangkat tubuh Nabila. Satu tangannya menyelinap masuk dari balik jubah tidur, melingkar ke punggungnya. Merasakan tubuh Nabila menegang, Rio memperlambat gerakannya. Jari-jarinya mulai menggambar pola melingkar di punggung bawahnya, membelai dengan lembut.
Setelah beberapa kali, tubuh Nabila perlahan menjadi rileks. Pakaiannya melorot perlahan, melewati punggungnya yang mulus, dan tersangkut di bagian bawah bokongnya yang bulat.
Rasa dingin di bagian atas tubuhnya membuat Nabila sedikit menggigil. Sadar bahwa bagian atas tubuhnya terekspos, secara refleks dia menyilangkan tangan untuk menutupi dadanya.
Rio dengan cepat menangkap kedua tangannya dan menahannya di atas kepala. "Nabila, sudah terlambat. Kamu yang mulai duluan," Rio membungkuk, berbisik di telinganya dengan suara parau, lalu melanjutkan dengan nada memelas, "Nabila, kamu nggak boleh sekejam ini. Kamu sudah menggodaku, tapi nggak mau tanggung jawab sampai akhir ...."
Bisikan Rio di telinga Nabila terasa seperti bulu yang menggelitik hatinya, membuat seluruh tubuhnya terasa panas. Bibirnya yang membara menjelajahi kulit Nabila, seolah menyalakan api di setiap sentuhannya.
Suhu tubuh Nabila perlahan meningkat, tubuhnya meleleh laksana air.
"Nabila, aku masuk," bisik Rio.
Kulit mereka saling bersentuhan, keduanya terjerat dalam gairah. Rio membungkuk dan mulai bergerak.
Sakit! Meskipun sudah mempersiapkan diri, Nabila tetap tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Air mata mengalir tak terkendali, diiringi isak tangis yang tertahan.
Rio merasakan adanya sebuah halangan. Hatinya terkejut, namun di saat yang sama, rasa sayangnya meluap hingga ke puncak.
"Sayang, sebentar lagi juga nggak sakit!" Dia menciumi Nabila, membujuknya dengan suara serak.
Rasa sakit bercampur dengan sensasi geli yang aneh membuat Nabila bingung harus berbuat apa. Akhirnya, dia menggigit bibir Rio yang terus bergerak, seolah dengan begitu dia bisa merasa lebih nyaman.
Sensasi geli itu perlahan mengalahkan rasa sakit. Nabila mulai mengikuti ritme Rio. Dia merasa seolah-olah seluruh darah di tubuhnya akan menyembur keluar. Setiap inci kulitnya meremang, dan perut bagian bawahnya terasa panas dan mengembang seperti ada matahari kecil di dalamnya. Seluruh tubuhnya serasa akan melayang...
Tepat ketika Nabila merasa kesadarannya telah hilang dan yang tersisa hanyalah tubuhnya, aliran hangat menyembur ke dalam dirinya. Keduanya terkulai lemas di atas ranjang pada saat yang bersamaan.
Nabila merasa seperti orang yang sudah lama tenggelam dan akhirnya mendapatkan udara. Dia terengah-engah, tubuhnya sama sekali tak bertenaga. Rio memeluknya. Mereka berbaring diam tak bergerak, begitu intim hingga napas dan detak jantung mereka pun seakan menyatu.
"Mau bersih-bersih?" Setelah beberapa lama, Rio bangkit dan berkata pada Nabila, "Biar lebih nyaman, terus bisa tidur nyenyak."
Tanpa menunggu jawaban Nabila, dia langsung menggendongnya ke kamar mandi. Cahaya terang di kamar mandi membuat Nabila merasa canggung. Dia tidak bisa bersikap santai mandi bersama Rio. Namun, setelah keintiman yang baru saja terjadi, bersikap malu-malu dan menghindar akan terlihat berlebihan. Akhirnya, dia hanya pasrah, membiarkan Rio melakukan apa pun.
Untungnya, Rio mengerti ini adalah pengalaman pertama Nabila. Dengan sisa-sisa kesadarannya, dia membantu membersihkan tubuh Nabila lalu menggendongnya kembali ke tempat tidur.
Rio berbaring telentang, meletakkan kepala Nabila di dada kirinya. Bagian bawah tubuh mereka saling menempel erat, kaki mereka saling bertautan.
Ini adalah pertama kalinya Nabila tidur seranjang dengan seorang pria. Dia mencoba melepaskan diri dari pelukan Rio.
Menyadari niatnya, tangan kanan Rio perlahan bergerak ke bahunya, mengusap punggungnya seolah sedang menenangkan seekor kucing kecil. Seakan melupakan kegilaan dan kecanggungan tadi, Nabila menjadi tenang. Seperti anak kucing, dia menikmati belaian lembut pria itu dari leher hingga punggung, lalu terlelap.
Sampai sebuah ketukan pintu yang keras membangunkannya.
Bab Terakhir
#100 Bab [100] Selidiki Grup Gunawan Secara Menyeluruh
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#99 Bab [99] Karena Skandal, Dua Pria Mencarinya untuk Menuntut
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#98 Bab [98] Rumor Tentang Dia dan Pak Chandra Beredar Luas
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#97 Bab [97] Dia Mencurigai Bahwa Dirinya Bukan Anak Kandung Bayu Lestari
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#96 Bab [96] Wanita Itu Adalah Nabila Lestari
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#95 Bab [95] Dia Menganggap Dirinya Sebagai Obat Penawarnya
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#94 Bab [94] Pria Dia Adalah Pengecut
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#93 Bab [93] Permainan Mas Gunawan
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#92 Bab [92] Pesta Tidak Ada yang Baik, Minuman Tidak Ada yang Baik
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026#91 Bab [91] Tubuh Gosipnya yang Terkutuk
Terakhir Diperbarui: 1/21/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Miliki Aku Ayah Miliarderku
PENGANTAR SATU
"Berlutut, Ava." Dia memerintah dengan nada yang membuat bulu kudukku merinding.
"Aku ingin kamu klimaks di wajahku, Josh."
"Aku tidak hanya akan klimaks di wajahmu, sayang. Aku akan klimaks di dalam dirimu dan mengklaim rahim perawanmu sebagai milikku setelah mengklaim keperawananmu."
Ava adalah seorang gadis muda yang jatuh cinta gila-gilaan dengan sahabat kakaknya, yang dua belas tahun lebih tua darinya tetapi menginginkan semua yang bisa dia tawarkan. Ava telah menyimpan dirinya untuknya, tetapi apa yang terjadi ketika dia menemukan rahasia terbesar Josh?
Apakah dia akan berjuang untuk cinta mereka atau akan pergi?
PENGANTAR DUA
"Aku suka kontolmu," kataku sambil mulai melompat lebih keras di atasnya. Aku siap untuk klimaks lagi dan aku siap membuatnya klimaks lagi.
"Aku suka vaginamu. Dan pantatmu," katanya sambil memasukkan jarinya ke pantatku.
"Oh Tuhan!" Aku berteriak. Ini sangat cabul dan sangat panas. "Klimaks untukku, sayang," katanya.
Ashley selalu tertarik pada ayah temannya, Pak Mancini, yang berasal dari Italia dan pria tampan untuk usianya. Tapi dia tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya kepada siapa pun, bahkan kepada temannya. Ketika kesempatan muncul saat Pak Mancini menawarkan untuk membayar biaya kuliahnya, Ashley tidak bisa menahan diri dan mengungkapkan fantasi terdalamnya kepadanya. Tapi sesuatu terjadi, dan itu akan membawa banyak kekacauan ke hatinya yang rapuh.
PENGANTAR TIGA
Dia bergumam, "Sayang, sayang, sayang," berulang kali. Tapi kemudian, "Aku tidak percaya aku begitu bodoh."
Aku terkejut, membuka mataku dan menarik diri untuk melihatnya. "Sayang?"
Dia mengakui, "Sadie, aku sangat menginginkanmu, selama bertahun-tahun. Aku terjaga di malam hari, memikirkan bagaimana rasanya bersamamu. Tapi aku tidak pernah bermimpi tentang ini!"
Menunggu liburan musim panas saat dia berusia 18 tahun adalah penantian terpanjang yang pernah dialami Sadie dalam hidupnya. Ini karena, dia akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk sendirian dengan ayah sahabatnya, Miguel, dan itu akan membuat semua mimpinya menjadi kenyataan.
Selama liburan mereka, mantan istri Miguel, yang masih mencintainya, membuat Sadie terkejut. Apakah dia akan bisa bertahan?
Cinta Terburu-buru Sang CEO
GODAAN MANIS: EROTIKA
CERITA UTAMA
Marilyn Muriel yang berusia delapan belas tahun terkejut pada suatu musim panas yang indah ketika ibunya membawa seorang pria muda yang tampan dan memperkenalkannya sebagai suami barunya. Sebuah koneksi yang tak terjelaskan langsung terbentuk antara dia dan pria tampan ini, yang diam-diam mulai memberikan berbagai sinyal yang tidak diinginkan kepadanya. Marilyn segera mendapati dirinya terlibat dalam berbagai petualangan seksual yang tak tertahankan dengan pria menawan dan menggoda ini saat ibunya tidak ada. Apa yang akan menjadi nasib atau hasil dari tindakan seperti itu dan apakah ibunya akan pernah mengetahui kejahatan yang terjadi tepat di bawah hidungnya?
Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya
"Kamu mau itu, sayang? Kamu mau kami kasih apa yang diinginkan memek kecilmu?"
"Y...ya, Pak." Aku menghela napas.
Kerja keras Joanna Clover selama kuliah terbayar ketika dia mendapat tawaran pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan impiannya, Dangote Group of Industries. Perusahaan ini dimiliki oleh tiga pewaris mafia, mereka tidak hanya memiliki bisnis bersama, tetapi juga kekasih dan sudah bersama sejak masa kuliah.
Mereka tertarik secara seksual satu sama lain tetapi mereka berbagi segalanya bersama termasuk wanita dan mereka menggantinya seperti baju. Mereka dikenal sebagai playboy paling berbahaya di dunia.
Mereka ingin berbagi dirinya, tapi apakah dia akan menerima kenyataan bahwa mereka juga bercinta satu sama lain?
Apakah dia akan mampu menavigasi antara bisnis dan kesenangan?
Dia belum pernah disentuh oleh pria sebelumnya apalagi tiga sekaligus. Apakah dia akan menurut?
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Tiga Ayahku adalah Saudara
Permainan Penaklukan
Aku dorong lidahku sedalam mungkin ke dalamnya. Penisku berdenyut begitu keras sampai aku harus meraihnya dan mengelusnya beberapa kali agar dia tenang. Aku nikmati manisnya vaginanya sampai dia mulai gemetar. Aku menjilat dan menggigitnya sambil menggodanya dengan jari-jariku di klitorisnya.
Tia tidak pernah menyangka bahwa kencan semalamnya akan lebih dari yang bisa dia tangani.
Ketika dia bertemu lagi dengan pria yang sama di tempat kerja barunya, yang ternyata adalah bosnya sendiri, Dominic, semuanya berubah. Dominic menginginkannya dan ingin dia tunduk. Kehidupan kerja mereka menjadi terancam ketika Tia menolak untuk menyerah, dan Dominic tidak mau menerima penolakan. Kehamilan mendadak dan hilangnya mantan pacar Dominic membuat semua orang terkejut, dan hubungan mereka terhenti. Ketika Tia menghilang suatu malam dan mengalami trauma, Dominic dibiarkan tanpa jawaban dan merasa sengsara.
Tia menolak untuk mundur dan tidak mau menyerah pada pria yang dia inginkan, dan dia akan melakukan apa saja untuk memastikan dia tetap bersamanya. Dia akan menemukan orang yang menyakitinya dan membuat mereka membayar atas apa yang telah mereka lakukan.
Sebuah romansa kantor yang membuatmu terengah-engah. Dominic berusaha membuat Tia tunduk padanya, dan setelah semua yang Tia alami, hanya waktu yang akan menjawab apakah dia akan tunduk atau tidak. Bisakah mereka mendapatkan akhir yang bahagia atau semuanya akan hancur berantakan?
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Bos Dominanku
Hubunganku dengan Pak Sutton hanya sebatas profesional. Dia memerintahku, dan aku mendengarkan. Tapi semua itu akan berubah. Dia butuh pasangan untuk menghadiri pernikahan keluarga dan memilihku sebagai targetnya. Aku bisa dan seharusnya menolak, tapi apa lagi yang bisa kulakukan ketika dia mengancam pekerjaanku?
Setuju untuk satu permintaan itu mengubah seluruh hidupku. Kami menghabiskan lebih banyak waktu bersama di luar pekerjaan, yang mengubah hubungan kami. Aku melihatnya dengan cara yang berbeda, dan dia melihatku dengan cara yang berbeda juga.
Aku tahu salah untuk terlibat dengan bosku. Aku mencoba melawan perasaan itu tapi gagal. Ini hanya seks. Apa salahnya? Aku sangat salah karena apa yang dimulai sebagai hanya seks berubah arah dengan cara yang tak pernah kubayangkan.
Bosku tidak hanya dominan di tempat kerja tapi di semua aspek kehidupannya. Aku pernah mendengar tentang hubungan Dom/sub, tapi itu bukan sesuatu yang pernah kupikirkan. Saat hubungan antara aku dan Pak Sutton semakin panas, aku diminta menjadi submisifnya. Bagaimana seseorang bisa menjadi seperti itu tanpa pengalaman atau keinginan untuk menjadi satu? Ini akan menjadi tantangan bagi kami berdua karena aku tidak suka diperintah di luar pekerjaan.
Aku tidak pernah menyangka bahwa hal yang sama sekali tidak kuketahui akan menjadi hal yang membuka dunia baru yang luar biasa bagiku.
Alpha Dom dan Pengganti Manusianya
Nirvana: Dari Abu ke Kemuliaan
Dengan kesempatan hidup yang baru, Sophia bukan lagi wanita yang mudah dijatuhkan. Berbekal ingatan Diana dan hasrat membara untuk balas dendam, dia siap merebut kembali apa yang menjadi miliknya dan membuat musuh-musuhnya membayar. Balas dendam tak pernah terlihat semanis ini.












